MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Maulid Nabi Untuk Merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad saw

Posted by Teknik Jumper on December 11, 2009

Malam Tahun Baru Dzikir Akbar Majelis Rasulullah Bersama Habib Umar bin Hafidh.flv

Dua Pilihan yang harus di pilih pada Malam Tahun Baru 2010 – Menjauh dari Kasih Sayang Allah? atau Mendekat dan Mengharapkan Kasih Sayang Allah? Menyambut Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Nasional Dengan Zikir Akbar Majelis Rasululllah Bersama Habib Umar bin Hafidh (31 Desember 2009 di Gelora Bung Karno Jam 20.00 WIB) Bagi yg tidak dapat hadir karena adanya halangan atau jarak yg jauh, Silahkan Rebut Kemuliaan ini dengan menyaksikan secara langsung Live Video Streaming di Website Majelis Rasulullah saw by: http://www.majelisrasulullah.org

Posted in 1 | Leave a Comment »

JADWAL KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDH 2009

Posted by Teknik Jumper on January 7, 2009

KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDH

JADWAL KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ
TGL 10 JANUARI 2009 – 18 JANUARI 2009
( 13 MUHARRAM 1430 H – 21 MUHARRAM 1430 H )

Sabtu 10 Januari 2009
( 13 Muharram 1430 H )
Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Minggu 11 Januari 2009
( 14 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Khaul Habib Syech Abubakar bin Salim di Cidodol
14.00 WIB Kunjungan ke Hb. Jindan di Al Fakhriyah

Senin 12 Januari 2009
( 15 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Acara di Rumah Habib Husin bin Ali Alatas
12.00 WIB Pertemuan dengan Alumni Daarul Mustofa
15.00 WIB Pertemuan dengan para Eksekutif dan Pejabat di Bidakara
19.00 WIB Acara bersama dengan Majlis Rasulullah ( Hb. Mundzir bin Fuad Musawa ) di Monas

Selasa 13 Januari 2009
( 16 Muharram 1430 H )
Multaqo di Puncak

Rabu 14 Januari 2009
( 17 Muharram 1430 H )
Multaqo di Puncak

Kamis 15 Januari 2009
( 18 Muharram 1430 H )
06.00 WIB Rauhah ba’dal Shubuh di rumah Hb. Umar bin Muhammad Mulachela
11.00 WIB Kunjungan ke Rumah Hb. Abdurrahman bin Syeh Alatas
15.00 WIB Pertemuan dengan tohoh-tokoh AL IRSYAD
19.00 WIB Ijtima’ di Masjid Nur Muhammad (Hb. Umar bin Muhammad Mulachela)

Jum’at 16 Januari 2009
( 19 Muharram 1430 H )
Sholat Jum’at di Al Hawi Condet
14.30 WIB Kunjungan ke rumah Hb. Syech bin Ali Al-Jufri
15.00 WIB Pembacaan Do’a untuk pembangunan gedung Rabithah Alawiyah

Sabtu 17 Januari 2009
( 20 Muharram 1430 H )
09.00 WIB Kunjungan ke rumah Hb. Zen bin Umar Smith
11.30 WIB Kunjungan ke rumah Kel. Alm. Hb. Muhammad bin Husin Al Hamid ( Sholat Dhuhur Berjamaah )
15.00 WIB Kunjungan ke rumah Hb. Ali bin Abdurrahman Assegaf

Minggu 18 Januari 2009
( 21 Muharram 1430 H )
08.00 WIB Kunjungan dan Ziarah ke Kwitang
Sore Kembali ke Tarim Hadramaut

*Catatan : Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

KUNJUNGAN HABIB UMAR BIN HAFIDH KE JAKARTA

Posted by Teknik Jumper on December 15, 2008

KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDH
KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDH

Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan berkunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dr hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlulkhusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT, pernah seorang tamu tetap bersikeras hingga tengah malam duduk dengan beliau, lalu beliau izin untuk shalat malam, namun tamu berkata : “saya menunggu anda”, maka Guru Mulia mengangguk, beliau tidak keluar kecuali untuk shalat subuh, maka Tamu berkata : “Habibana, antum meninggalkan saya hingga subuh?”, beliau berkata : “maafkan saya, Aku bertamu kepada Yang maha Tunggal, dan jika aku bertamu pada Nya maka aku lupa pada semua selain Nya”.Demikian malam malam beliau, dan siang hari beliau adalah Khidmah pada ummat, Tahun 1994 adalah kunjungan pertama beliau ke Indonesia, seorang Da’I muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk dibimbing oleh beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut, saya dan rombongan calon santri beliau berangkat. Tahun 1998, saya bersama angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya alumni Ma’had Darulmustafa bimbingan beliau yang baru berdiri pada tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia, Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yang berduyun duyun dari pelbagai Negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini dan kembali membawa keharuman Risalah Muhammad saw.

Selamat Datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan pelibur kesedihan bagi perjuangan murid muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi saw.

Sebagaimana para Ulama dan Habaib angkatan angkatan abad ke 18 dan yang sebelumnya hingga zaman wali songo di abad abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, Hadramaut, yaman, atau dari Indonesia yang menimba ilmu disana, dan kembali ke Indonesia sebagai da’I da’i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi. Sembilan makam para wali itu (yang kesemuanya dari Hadramaut Yaman selatan) sebagai saksi abadi bahwa mereka ini (para da’I dari Hadramaut Yaman Selatan) mendatangi negeri ini karena Tugas Mulia yang mereka telah diizinkan Allah SWT untuk memangkunya, sebagai penyeru kepada Keluhuran yang Abadi, demikian pula makam makam orang shalih di belahan Nusantara, yang juga bertebaran di Jakarta seperti wilayah Luar Batang, Kwitang, Alhawi Condet, Kalibata dan masih banyak lagi, bagaikan Monumen Lambang perjuangan para penegak Risalah yang sebagian besar mereka itu menimba ilmu dari Hadramaut Yaman, sebagaimana sabda Nabi saw : “Iman adalah Yaman”, dan sabda Nabi saw : “Wahai Allah berkahilah penduduk Yaman dan Penduduk Syam”, dan berkata Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari bahwa Kaum Anshar sebagai Ahlul Madinah adalah berasal dari Yaman.

Maka pada hari Kamis 8 Januari 2009 insya Allah Guru Mulia ini akan menginjakkan kakinya di Bumi Jakarta, Mereka adalah pembawa Panji Tauhid, dengan limpahan kemuliaan Allah swt saat mereka hidup dan Allah swt masih menunjukkan bahkan setelah mereka wafat, bahwa mereka adalah pembawa Rahmat bagi sekalian Alam, penerus tugas sang Nabi saw, sebagaimana makam seorang dari mereka di Aceh, yg banjir Tsunami dengan kekuatan ratusan juta Ton dengan kecepatan rata rata 300km/jam dan tingginya di sebagian wilayah mencapai 30 meter, namun Banjir itu menyingkir dan terbelah di makam tersebut, sama hal nya dengan beberapa masjid di propinsi tersebut, membuktikan bahwa Allah memuliakan tubuh tubuh para Da’I pembawa Risalah, mereka menjadi benteng terhadap musibah bagi masyarakatnya walaupun mereka telah wafat.

Kedatangan Da’I besar ini pun bagai Pelangi Nan Indah yang muncul setelah guyuran hujan di Negara ini, tahun 1994 beliau menerima 30 siswa WNI untuk dibimbing ilmu syariah islamiyyah, dan kesemuanya menyaksikan bahwa Guru yg satu ini sangat luar biasa dalam ketaatan, sangat indah perangainya, penyantun, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan sangat berkasih sayang pada murid muridnya bagaikan pada anak anaknya.

Acara puncak adalah perayaan haul Al Imam Fakhrulwujud Abubakar bin Salim rahimahullah, tepatnya pd pukul 09.00 wib hari Ahad 11 Januari 2009, bertempat di Jalan Rawa Kemiri Grogol Selatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan dan Insya Allah pada Senin Malam 12 Januari 2009, beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, Hamba Allah yang penuh dosa dan sangat membutuhkan bimbingan Sang Guru, Munzir bin Fuad Almusawa, hadirin diperkirakan akan mencapai 1000.000 (satu juta) orang jika cuaca baik.

Kunjungan Guru Mulia ini ke Indonesia berlangsung setiap tahunnya, untuk menjenguk murid murid beliau yang telah berjumlah ratusan memenuhi Bumi Nusantara ini, puluhan pesantren telah berdiri, ratusan majelis taklim telah dibuka, media televisi, radio, surat kabar, acapkali menampilkan liputan mengenai aktifitas mereka yang selalu berjuang menegakkan dakwah di wilayahnya masing masing dengan kasih sayang, Rahmat dan kelembutan.

Kami teringat saat Idul Fitri pertama kami disana, semua santri pulang pada ayah ibu mereka, tinggallah kami para pemuda belia yang bermuram durja teringat Idul Fitri di kampung halaman, dengan hati yang terenyuh melihat semua teman teman yang lain bergembira ria dengan keluarganya, Beliau memahami perasaan kami, malam lebaran itu beliau meninggalkan keluarganya, beliau mendatangi kami, lalu berkata dengan suara sangat teramat lembut : “semua santri telah bersama ayah dan ibunya, dan kalian bersamaku.., aku akan menemani kalian dan bersama kalian bertakbir malam ini”.

Kami teringat disuatu malam Beliau mengumpulkan murid muridnya, lalu beliau memberi nasihat, lalu tiba tiba nasihatnya terhenti.. suasana pun mencekam, tiba tiba beliau mulai menangis.. menangis.. menangis sekeras kerasnya, seraya berkata : “Bila Dia (Allah) bertanya kepadaku kelak tentang kalian?, Bila Dia meminta pertanggungjawaban dariku atas kalian…, Bila Dia menanyaiku…?, dan bila sang Nabi bertanya pula kepadaku tentang perbuatan kalian?, aku harus bertanggungjawab?, Demi Allah, kalau ditindihkan Gunung besar diatas kepalaku hingga aku lumat dan lebur menjadi debu, itu jauh lebih baik daripada sampainya berita tentang buruknya amal kalian kepada sang Nabi (saw)”, lalu beliau bermunajat dengan tangisnya agar seluruh muridnya dilimpahi hidayah dan keluhuran.

Kami menyaksikan bagaimana Guru Mulia ini selalu memberikan prioritas pada kami dibanding murid murid yang lain dari warga Negara Yaman, beliau selalu berkata pada mereka : “Mereka datang dari jauh, meninggalkan keluarga dan kampung halamannya, untuk mencari ilmu, wajib bagi kita memuliakan para tamu Allah ini..”. Insya Allah Bumi Jakarta akan disentuh langkah mulia beliau dalam beberapa hari mendatang, tepatnya pada hari Kamis 8 Januari 2009 di Bandara Soekarno hatta akan dipenuhi para pecinta beliau, dan beliau akan langsung menuju kediaman Hb Muhsin bin Idrus Alhamid di Komplek Hankam Cidodol, Kebayoran Lama Jakarta Selatan,.

Betapa tak tergambarkan kegembiraan jutaan sanubari muslimin di wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura, ketika mendengar bahwa semakin dekatnya kunjungan berkala tahunan sang Imam, Al Allamah Assayyid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, Guru yg selalu membimbing dengan kelembutan, dan mencirikan Kelembutan ajaran sang Nabi saw, yang siang dan malamnya adalah membimbing ratusan santri dari mancanegara, dan di akhir malamnya adalah tegak dengan kesendirian, hanya berduaan dengan Maha Raja Tunggal di Alam, dan mengakhiri malamnya dengan kedua tangan terangkat tinggi bermunajat dan mengemis curahan Rahmat bagi seluruh muslimin.

Beliau mendapat penghargaan dari Presiden Republik Yaman Ali Abdullah Shaleh, yg sangat mengagumi beliau, dengan bimbingan Kelembutan dan kasih sayang, dan memang ribuan WNA berdatangan ke negeri itu untuk mengunjungi Sang Guru, lain dengan beberapa Ma’had di beberapa wilayah Yaman lainnya yg banyak mengajarkan kekerasan dan terorisme, dan adapula santri santri dari WNI yg menuntut ilmu di tempat mereka. Ma’had Darulmustafa kini telah meresmikan bimbingan pelajaran dengan 4 bahasa, yaitu Arab, English, Afrika dan Indonesia, dan santri terbanyak adalah berasal dari Indonesia. maka Wahai Yang Maha Membangkitkan Kemuliaan, bangkitkanlah semangat keluhuran di sanubari kami khususnya dan di sanubari penduduk nusantara ini, dengan kedatangan Hamba Mu yg kau muliakan sebagai pewaris perjuangan sang Nabi saw yg telah dibawa dan diemban oleh para Da’I terpilih Mu dari zaman ke zaman. Jadikan kedatangan beliau sebagai hembusan Rahmat Mu pd Jutaan sanubari penduduk negeri ini, maka terangkatlah musibah dan bencana, terampunilah dosa dosa, dan sejuklah sanubari hamba hamba Mu di negeri ini, amiin.

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Posted by Teknik Jumper on November 29, 2008

Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah Manokwari Papua Irian Barat Bagian Ke 7

Posted in 1 | 1 Comment »

Posted by Teknik Jumper on November 29, 2008

Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah Manokwari Papua Irian Barat Bagian Ke 11

Posted in 1 | Leave a Comment »

Posted by Teknik Jumper on November 29, 2008

Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah Manokwari Papua Irian Barat Bagian Ke 11

Posted in 1 | Leave a Comment »

Posted by Teknik Jumper on November 29, 2008

Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah Manokwari Papua Irian Barat Bagian Ke 10

Posted in 1 | Leave a Comment »

Film Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah di Papua Bag-1

Posted by Teknik Jumper on November 10, 2008

Dakwah Majelis Rasulullah di Manokwari Papua Irian Barat Bagian 1

Posted in Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Maulid Nabi, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tasawuf, Tawasul, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Film Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah di Papua Bag-2

Posted by Teknik Jumper on November 10, 2008

Dakwah Majelis Rasulullah di Manokwari Papua Irian Barat 2

Posted in Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Maulid Nabi, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tasawuf, Tawasul, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Film Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah di Papua Bag-3

Posted by Teknik Jumper on November 10, 2008

Dakwah Majelis Rasulullah di Manokwari Papua Irian Barat Bagian Ke-3

Posted in Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Maulid Nabi, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tasawuf, Tawasul, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tanda Sudah Dekat Datangnya Hari Kiamat

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh dekat dg hari kiamat akan datang padanya kejahilan, dan terhilangkannya ilmu, dan banyaknya terjadi pertikaian” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Maha Suci Allah Jalla Wa Alla Yang Maha Membuka Segenap Kebahagiaan dunia dan akhirat, Yang (Dias wt) didambakan segala apa apa yang diinginkan (hamba Nya) dari anugerah, Maha Memiliki segala apa – apa yang didambakan oleh hamba hamba Nya, Maha Menyimpan segala hal hal yang indah yang disiapkan bagi hamba hamba Nya, Matahari Kebahagiaan yang tiada pernah terbenam, Matahari Pengampunan yang tiada pernah padam pengampunan Nya, kasih sayang yang kekal dan abadi melebihi segenap kasih saying Nya, Maha Membuka segenap rahmat dan kesejahteraan dengan doa dan munajat, Maha Mengundang hamba hamba Nya kepada kebahagiaan, pengampunan, kemuliaan, keluhuran dengan doa doa dan pendekatan kehadirat Nya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Allah Swt telah menyampaikan kepada kita rahasia kebahagiaan yaitu dengan doa doa dan munajat kita dan pengikutan (ittiba) kita kepada Sayyidina Muhammad Saw. Allah Swt mengajarkan doa, mengajarkan munajat, doa dan munajat yang tiada taranya. Doa dan permintaan yang tidak akan bisa dikabulkan terkecuali oleh Allah Swt. Allah Swt mengajarkan doa doa yang mengenalkan kita betapa kasih sayang-Nya, dan indahnya Allah.

Robbanaa laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhtho’naa, wahai Allah jangan Engkau murka dan jangan Engkau tulis jika kami lupa dan kami berbuat salah. Demikian indahnya doa dan keindahan bagi yang dikabulkannya. Betapa mudahnya cobaan ini, betapa indahnya, laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhthonaa, jangan Kau tulis, jangan Kau perberat, jangan Kau bebani dan maafkanlah jika kami lupa dan kami salah. Ini doa yang mengajarkan adalah Allah, Allah Swt ingin memberimu maaf dari yang kau lupa dan yang kau tidak lupa dari dosa. Maka diajarkan-Nya doa doa kepada kita agar Allah tidak lagi mempermasalahkan dosa – dosa kita. Bagaimana? Munajat dan doa. Allah Swt mengajarkan gemuruh munajat di dalam jiwa ini membuka kebahagiaan.

Robbanaa laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhthonaa, robbanaa wa laa tahmil a’lainaa ishron kamaa hamaltahu a’lalladziinamin qoblinaa, kulihat si fulan musibahnya berat, kulihat si fulan cobaannya dahsyat, wala tahmil a’lainaa ishron kamaa hamaltahu a’lalladziinamin qoblinaa, jangan bebani kami dengan beban yang telah Engkau bebankan kepada orang – orang sebelum kami. Robbana wa laa tuhamilnaa maa laa thoqotalanabih wa’fu anna waghfirlanaa, maafkanlah kami, ampunilah kami faanshurnaa ‘alalqaumil kaafiriin, tolonglah kami untuk menghadapi orang – orang yang kuffar, dari kejahatan mereka, dari tipuan mereka.

Demikian indahnya seorang mukmin diajari oleh Allah Swt untuk selalu mengadukan keadaannya bahkan dosa dosanya kepada Allah Swt. Seindah indah tempat pengaduan segala hal dan tidak akan bisa yang menghapus dosa selain Allah Swt. Allah Swt mengundang kita dan mengenalkan Dzat-Nya dan mengenalkan betapa lemahnya kita di hadapan Allah Swt. Manusia itu tidak tahu apa yang akan dikerjakannya esok hari, apa yang akan datang padanya esok dan bagaimana keadaan esok harinya, apa yang akan ia perbuat esok, ia tidak tahu. Betapa lemahnya manusia di hadapan Allah Swt. Seandainya kita melihat, ini manusia esok akan begini atau akan begitu. Orang itu melihat betapa lemahnya dia. Sehebat hebatnya manusia, ia tidak tau ia akan wafat dimana. Entah di barat, entah di timur , entah di darat, entah di laut.

Demikian hadirin – hadirat Allah mengingatkan betapa lemahnya kita di hadirat-Nya. Maha Suci Allah Swt Yang Maha Luhur, Yang Membukakan kepada kita gerbang – gerbang doa dan munajat untuk mencapai keluhuran, untuk mencapai kebahagiaan, untuk mencapai kemuliaan, untuk mencapai keindahan, untuk mencapai keridhoan dan kedekatan kehadirat-Nya.

Dan itulah seindah indahnya anugerah, itulah semulia mulia anugerah setelah seluruh kenikmatan dunia akan berakhir dan setelah itulah hadirin hadirat kita memahami betapa agungnya sujud, betapa berharganya kalimat “Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih”. Betapa mulianya langkah langkah menuju masjid dan majelis dzikir. Setelah kita selesai hidup di muka bumi dan diturunkan tubuh kita ke dalam kubur dan ditinggalkan oleh semua kekasih dan teman, baru kita memahami ternyata kekasih yang hakiki adalah Allah Swt. Yang Maha Tidak Meninggalkan semua yang mencintai-Nya, karena semua kekasih meninggalkan kekasihnya di kubur dan tiada mau menemani kekasihnya di alam kubur.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Semakin dalam ilmu dan pemahaman kita tentang Allah Swt dan agama ini, semakin indah dan sempurna hari hari kita. Dan semakin sirnanya hal hal ini dari kita, semakin hancur kehidupan kita. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasulullah Saw bersabda, “dekat waktunya nanti, waktunya hari kiamat, jika sudah dekat akan datang masa munculnya kejahilan”. Apa ini kejahilan? Kejahilan bukan hanya ketidaktahuan tapi yang tidak tahu merasa tahu, yang tidak tahu tapi tidak mau diberi tahu. Ini yang disebut “jahl”.

Kalau seandainya tidak paham saja, tidak sampai ke derajat jahl, tapi jahl adalah yang tidak tahu tapi tidak mau di beri tahu . Jika seandainya ia diberi pengetahuan ia tetap menolak. Ini yang akan muncul nanti kata Rasulullah Saw di akhir zaman. Dan ilmu semakin sirna, syariatul muthaharoh (syariat yang suci) semakin sirna. Dan disaat itulah hadirin hadirat banyak terjadi permusuhan, peperangan, pembunuhan.

Al Imam Ibn Hajar Asqalani di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari menjelaskan makna dari hadits ini adalah tandzir (peringatan) dari Rasul Saw untuk menjaga generasi ulama. Yang dimaksud munculnya kejahilan dan maksud terhapusnya ilmu adalah wafatnya para ulama. Ketika para ulama diwafatkan oleh Allah Swt dan generasi muda tidak ada yang meneruskan perjuangannya maka terjadilah hal hal seperti ini.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Sungguh kebahagiaan bagi satu lingkungan masyarakat adalah yang masih mempunyai ulama. Ulama adalah pewaris para Nabi dan penuntun mereka kepada keluhuran. Sebagaimana Rasul Saw bersabda “Allah tidak mencabut ilmu dari dada yang memiliki ilmu itu, tapi Allah mencabut ilmu itu dengan mewafatkan ulama”, ini diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. Kenapa? Karena muslimin muslimat tidak lagi menginginkan munculnya generasi ulama, maka dengan wafatnya ulama sirnalah ilmu sampai tidak lagi tersisa seorang ulama dalam satu lingkungan masyarakat. Maka mereka mengambil guru – gurunya adalah orang yang tidak mengerti syariah, lantas mereka itu ditanya dan menjawab dan berfatwa tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan. (HR Shahih Bukhari)

Hadirin – hadirat hadits ini adalah tandzir (peringatan) untuk membangkitkan generasi ulama. Sebagaimana riwayat Imam Tirmidzi, Rasul Saw bersabda “sungguh orang yang paling mulia menginjak permukaan bumi adalah para ulama, mereka itu jika agama ini terkotori dan tercela, mereka itulah yang membenahinya”. Bahwa ketika seorang mualim, seorang guru mengajarkan kepada seorang anak mengucap “bismillahirrahmanirrahim” saja sampai anak itu bisa mengucapkannya, maka Allah Swt mencatatkan bagi sang pengajar pengampunan, bagi sang anak pengampunan dan bagi ayah ibunya pengampunan. Demikian rahasia pengampunan dan rahmat illahi yang dimunculkan dengan keberadaan ulama.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Hingga semakin sirnanya ulama ini, mulailah muncul kegelapan dan ketidakpahaman dan muncullah aliran aliran yang sesat, muncullah tuntunan tuntunan yang keluar dari syariatul muthaharoh (syariah yang suci). Dan demikianlah kerusakan umat semakin terjadi dan sampailah pada puncak kerusakan umat dengan terbitnya matahari dari barat. Sebagaimana sabda Nabiyyuna Muhammad Saw di dalam riwayat Shahih Bukhari “seburuk – buruk dan sejahat – jahatnya adalah mereka yang ketika masih hidup sampai saat merasakan terbitnya matahari dari barat karena disaat itu tidak tersisa lagi seorangpun di muka bumi”.

Kesemuanya adalah mereka yang menyembah selain Allah Swt sehingga Rasul Saw bersabda yang diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, beliau terbangun di tengah malam seraya berseru dengan keras “Subhanallah, betap banyaknya anugerah yang Allah turunkan di malam ini dan juga betapa banyaknya fitnah akan segera turun, seraya berkata siapa yang bisa membangunkan keluargaku kesemuanya untuk orang – orang dari tetangga beliau untuk melakukan shalat malam seraya mengalirkan airmata dan berkata bisa saja orang – orang yang berkecukupan di muka bumi akan terbuka dan terhinakan dari kecukupannya di yaumal qiyamah. Orang – orang yang berkecukupan di dunia akan merasakan kekurangan di yaumal qiyamah seraya mengalirkan airmata yang mengundang para tetangganya untuk melakukan qiyamullail”.

Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Maka dalam kesempatan ini, saya akan kembali mengulas lagi sedikit tentang bagaimana sejarah pejuang para ahlul hadits yang meneruskan hadits – hadits Rasul Saw dari para ulama. Karena hal ini telah disampaikan tetapi banyaknya sebagian hadirin masih ada yang belum mendengarnya dan sebagian saudara kita memintanya maka saya kembali memperjelaskannya. Bahwa kita semua Ahlussunnah wal jamaah adalah mengambil dalam satu sanad walaupun dalam madzhab yang berbeda. Madzhabnya yang ada pada ahlussunnah wal jamaah yang masih ada hingga saat ini adalah 4 Madzhab besar, yaitu Madzhab Imam Malik, Madzhab Imam Hanafi, Madzhab Imam Syafi’i dan Madzhab Imam Hambali.

Dan keempatnya ini bukan terpecah – belah sanadnya tapi merupakan satu sanad. Sanad adalah mata rantai guru atau rantai periwayat. Al Imam Ahmad bin Hanbal adalah murid Imam Syafi’i dan Imam Syafi’i adalah murid Imam Malik dan Imam Malik hidup satu zaman dengan Imam Hanafi. Dan Imam Hanafi ini adalah tabi’in bersama Imam Malik yang berguru kepada para Sahabat Rasulullah Muhammad Saw. Jadi keempat Imam Madzhab ini adalah satu rumpun bukannya berpecah pecah dari sanad yang berbeda. Sama rumpunnya walaupun fatwa mereka berbeda.

Oleh sebab itu hadirin – hadirat berbeda dengan mereka yang diluar ahlussunnah wal jamaah karena rumpunnya berbeda. Entah mengambil jalur guru dari mana, karena keempat madzhab ini berasal dari satu rumpun, karena mengambil dari satu rumpun dari tabi’in dari sahabat Rasul dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan di dalam ilmu hadits kita mengenal derajat ahli hadits yang diantaranya di sebut Al Hafidh, Hujjatul Islam, Al Hakim. Dan kita perlu menjabarkan sebagaimana diperjelas oleh Al Imam Ibn Hajar Asqalani di dalam kitabnya Nukhfathul Fiikar bi Syarah Nukhfathul Fiikar beliau menjelaskan bahwa derajat para pakar hadits terendah adalah Al Hafidh.

Al Hafidh adalah orang yang telah menghafal 100.000 hadits beserta sanad dan hukum matannya. Mereka yang sudah hafal 100.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya maka mereka sudah mencapai gelar Al Hafidh. Al Hafidh di dalam ilmu hadits bukan seorang yang hafal alqur’an, kalau Al Hafidh di dalam ilmu hadits adalah yang hafal 100.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya. Padahal kalau haditnya panjangnya 1 baris, kalau disertakan dengan sanad dan hukum matannya bisa menjadi 2 halaman panjangnya. Mereka inilah orang – orang jenius yang dipilih oleh Allah Swt untuk menjaga syariatul muthaharoh (syariah yang suci) sebagaimana mereka – mereka itu tidak bisa percaya kalau ada jutaan hadits atau jutaan kalimat masuk ke dalam microchip yang kecil seperti ujung ibu jari maka di masa sekarang kita sulit percaya pada orang yang hafal 100.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya.

Akan tetapi Allah Swt menjaga syariah ini dengan keberadaan mereka dan jumlah mereka bukan hanya 1 atau 2 tapi ribuan para huffadh dimasa itu, masa kejayaan para tabi’in, para tabiut tabi’in dan orang sesudahnya. Dan kita mengenal 7 nama dari periwayat hadits terbesar, karena para muhaddits itu banyak orangnya, banyak ahli hadits yang mengumpulkan hadits dan mencatatnya tapi diantaranya terdapat 7 Imam Besar yang terkuat riwayatnya diantara lainnya, yaitu Al Imam Ahmad bin Hambal, Al Imam Nasa’i, Al Imam Tirmidzi, Al Imam Ibn Majah, Al Imam Abi Dawud, Al Imam Muslim dan Al Imam Bukhari. Ketujuh imam ini lebih kuat riwayatnya daripada yang lainnya. Yang lainnya masih banyak, ada Imam Daruquthni, Imam Hakim dan lainnya. Yang ketujuh ini diklasifikasikan lagi yaitu menjadi “Imam Kutubussithah” yaitu 6 Imam Besar yang tadi disebutkan terkecuali Imam Ahmad bin Hambal.

Imam Ahmad bin Hambal peringkat yang nomor 7 dan yang terakhir. Ia pun tidak termasuk dalam klasifikasi 6 imam besar. Yang terbawah Imam Ahmad bin Hambal dari 7 periwayat hadits terbesar, beliau ini hafal 1 juta hadits beserta sanad dan hukum matannya. Dan Imam Ahmad bin Hambal terkenal dengan gelar “Sayyidul Huffadh”, salah seorang dari yang paling banyak hafalan haditsnya. Ini derajat yang ketujuh, bagaimana dengan imam – imam besar yang diatas beliau?.

Dan Imam Ahmad bin Hambal ini adalah murid Imam Syafi’I, Oleh sebab itu hadirin – hadirat, jika masa sekarang muncul orang yang menghina, meremehkan fatwa Imam Syafi’i, semata karena ia tidak mengerti siapa Imam Syafi’i. imam Syafi’i mempunyai murid yang banyak diantaranya Imam Ahmad bin Hambal dan beliau hafal 1 juta hadits beserta sanad dan hukum matannya.

Ketika salah seorang datang kepada Imam Ahmad bin Hambal bahwa ia ingin menjadi muridnya, Imam Ahmad bin Hambal memberikan 1 tumpukan hadits seraya berkata “ini ada 10.000 hadits, kau hafalkan dulu kalau sudah hafal baru bisa jadi muridku”. Demikian syaratnya menjadi murid seorang imam besar, seorang muhaddits besar dan orang semacam Imam Ahmad bin Hambal tidak akan menerima seorang murid terkecuali ia telah menghafal lebih dari 10.00 hadits.maka orang tersebut menghafal hadits – hadits tersebut, ketika ia lulus dan mampu ia datang kepada Imam Ahmad bin Hambal seraya berkata “aku sudah hafal wahai imam, 10.000 hadits yang kau berikan”. Imam Ahmad bin Hambal berkata, “itu 10.000 hadits adalah hadits palsu, bukan hadits yang shahih, bukan pula hadits hasan bukan pula hadits dhaif derajatnya tapi terkecuali itu adalah hadits palsu”. Maka berkata muridnya “wahai imam, kau beri aku 10.000 hadits palsu?”, dan Imam Ahmad menjawab “itu untuk memperkuat hafalanmu”.

Demikian hadirin hadirat cara mereka menjaga ilmu hadits, kenapa? Jika kau menghafal hadits shahih dan salah, kau akan menipu umat hingga akhir zaman. Oleh sebab itu diberi hadits palsu, kalau salah tidak berdosa, tidak menipu umat. Jika kuat hafalannya baru diberikan hadits – hadits shahih dan dimasa itu hadits tidak ditulis tapi dihafal. Berbeda dengan masa sekarang, di masa itu sangat sedikit sekali hadits yang ditulis, semacam Imam Ahmad bin Hambal yang hafal 1 juta hadits beserta sanad dan hukum matannya dan beliau hanya sempat menuliskan 20.000 hadits saja di dalam Musnadnya. Dan 980.000 hadits itu sirna dengan wafatnya beliau dan wafatnya murid – muridnya. Ada yang terjaga pada murid – muridnya jika murid – muridnya tiada menulisnya maka akan sirna. 980.000 hadits dari sanubari Imam Ahmad bin Hambal (hanya 20.000 hadits yg tertulis).

Hadirin – hadirat inilah derajat yang ketujuh, diatasnya ada lagi derajat klasifikasi 6 imam besar. Dari 6 imam besar ini diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu “Shaikhain yakni Imam Bukhari dan Imam Muslim”. Dan sisanya yang 4 adalah imam lainnya yaitu Imam Nasa’i, Imam Tirmidzi, Imam Abi Dawud dan Imam Ibn Majah. 4 imam besar ini dikalahkan oleh mereka tertinggi yaitu Imam Muslim dan Imam Bukhari. Dan daripada yang tertinggi dari 7 periwayat hadits adalah Imam Bukhari dan kedua adalah Imam Muslim.

Oleh sebab itu Imam Bukhari paling dipegang riwayat haditsnya, kalau sudah diriwayatkan oleh Imam Bukhari tidak ada lagi ahli hadits yang mempermasalahkannya. Hadits riwayat Imam Muslim masih banyak dipermasalahkan kalau Imam Bukhari tidak ada lagi yang mempermasalahkannya. Beliau adalah seorang pemuda jenius, beliau itu bernama Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari, beliau adalah seorang yang sangat mencintai Sayyidina Muhammad Saw.

Imam Bukhari di dalam tadzkhiratul huffadh dan siyar a’lamunnubala dijelaskan saat usianya 17 tahun beliau sudah hafal 200.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya. Di usia 17 tahun, seorang yang sangat jenius yaitu Imam Bukhari sehingga imam – imam lainnya di masa itu melihat bocah kecil ini sudah hafal puluhan ribu bahkan ratusan ribu hadits, mengungguli mereka, diantara (yg mengaguminya) adalah Imam Muhammad bin Salam, salah seorang senior ahli hadits di masa itu, ia berkata “aku kalau meriwayatkan hadits tidak pernah gemetar kecuali jika ada bocah ini yaitu Imam Bukhari, kalau ia ada disini aku gemetar karena ia lebih tinggi hafalannya dari aku”. Demikianlah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari.

Derajat yang kedua adalah Imam Muslim. Al Imam Muslim suatu waktu mendapatkan permasalahan dalam hadits dan ia tidak mampu menjawabnya. Mencari jawaban tidak jumpa dan tidak ketemu akhirnya ia mendatangi Imam Bukhari dan ketika ia menyampaikan permasalah haditsnya maka Imam Bukhari menjawabnya seperti membaca surat al ikhlas, dengan gampangnya dan mudahnya Imam Bukahri menjawab, demikian diriwayatkan di dalam tadzkiratul huffadh. Maka berkata Imam Muslim “ijinkan aku mencium kedua kakimu wahai raja ahli hadits”.

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari. Beliau lahir tahun 194 H, jauh setelah lahirnya Imam Syafi’i, setelah Imam Syafi’i jadi Imam baru lahir Imam Bukhari. Oleh sebab itu bukan levelnya kalau Imam Bukhari dibandingkan dengan Imam Syafi’i, karena jauh sebelum Imam Bukhari, Imam Syafi’i sudah jadi imam besar dan Imam Bukhari baru lahir ke muka bumi. Akan tetapi Imam Bukhari adalah orang tertinggi yang diakui ilmunya di dalam hadits.

Dan hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Imam Bukhari adalah orang yang sangat mencintai Rasul Saw seraya menulis Shahih Bukhari sebanyak kurang lebih 7000 hadits, yang beliau tulis diantara makamnya Rasulullah Saw dan mimbarnya Rasulullah Saw di Masjid Nabawiy. Beliau berwudhu lalu shalat sunnah 2 rakaat kemudian menulis 1 hadits, dan kembali berwudhu lalu shalat sunnah 2 rakaat dan kembali menulis hadits sampai mencapai lebih dari 7000 hadits yang sampai saat ini dikenal dengan “Shahih Bukhari”. Dan inilah Asshahhul Kitab, kitab yang paling shahih dari semua hadits – hadits yang shahih.

Dan hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Ketika Imam Bukhari ditimpa banyak fitnah maka para murid – muridnya berkata, “wahai imam, kenapa tidak kau jawab dengan fatwa – fatwamu, mereka – mereka yang memfitnahmu?”. Imam Bukhari menjawab “aku teringat hadits Rasul Saw, akan kalian lihat hal – hal yang tidak kalian sukai daripada fitnah dan permasalahan kelak dan bersabarlah kalian sampai kalian berjumpa dengan aku di telaga haudku”. Jika aku mendengar dan teringat hadits ini aku tenang dan tidak perduli dengan fitnah yang datang menimpaku.

Demikian Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari dan juga imam – imam besar lainnya, mereka para pecinta Rasulullah Saw dan sangat memuliakan Rasul Saw, sebagaimana Imam Ahmad bin Hambal diriwayatkan di dalam tadzkiratul huffadh dan siyar a’lamunnubala, jika Imam Ahmad bin Hambal ini wafat maka jenazahnya dishalatkan lebih dari 800.000 muslimin – muslimat dan ia pun berwasiat pada putranya, jika aku wafat aku menyimpan 3 helai rambutnya Rasulullah Saw, maka 1 helai rambut taruh dibibirku, yang 2 helai taruh di kedua mataku dan makamkan aku dengan itu. Demikian cintanya Imam Ahmad bin Hambal sehingga ia tidak ingin dikebumikan kecuali dengan terus mencium rambutnya Rasulullah Saw. Demikianlah Mahabbah, demikianlah cinta sang Imam kepada Nabi Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Demikian pula Imam Syafi’i, Imam Malik bin Anas bin Malik, seorang yang sangat mencintai Rasul Saw. Imam Malik ini kalau ditanya, maka ia berkata “kau mau tanya soal hadits atau soal hukum. Kalau bicara hukum, aku jawab. Kalau Tanya soal hadits, tunggu dulu”. Jika orang bertanya hadits, beliau berwudhu, setelah berwudhu lalu memakai minyak wangi, memakai siwaknya, memakai sipat matanya lantas memakai jubahnya baru berkata “Qaala Rasulullah Saw”. Demikian Imam Malik bin Anas bin Malik Alaihi Rahmatullah, beliau adalah seorang imam di Madinah Al Munawarrah dan menjadi pemimpin para ahli hadits di zamannya seraya menulis kitab hadits yang dinamakan : Almuwatta’, (yg menginjak). Kenapa kitab haditnya ini dinamakan kitab yang menginjak? Karena menundukkan seluruh kitab hadits di masanya, demikian Imam Malik bin Anas bin Malik.

Hadirin – hadirat ketika generasi mereka semakin sirna, Al Imam Ibn Hajar mengklasifikasikan bahwa derajat ahli hadits yang pertama Al Hafidh yaitu yang hafal 100.000 hadits beserta sanad dan hukum matannya dan diatasnya terdapat lagi Hujjatul Islam yaitu yang hafal lebih dari 300.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya. Maka kita mengenal Hujjatul Islam Al Imam Ghazali, beliau ini telah sampai derajat haditsnya melebihi 300.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya. Jika orang di masa sekarang meremehkan fatwa Imam Ghazali, hati – hati beliau itu hafal lebih dari 300.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya. Demikian juga Hujjatul Islam Al Imam Nawawi dan masih banyak lagi para perawi hadits dan para muhadditsin dari masa ke masa. Tinggallah kita di masa kini yang mesti harus terus membangun generasi para ulama.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Allah Swt terus memuliakan umat ini dari zaman ke zaman, walaupun mereka sudah semakin hari semakin kekurangan ilmu tapi mereka masih mempunyai sanad, mereka masih mempunyai pertalian guru, mereka berguru pada gurunya, gurunya berguru pada gurunya sampai kepada ahli hadits sampai kepada Rasulullah Saw.

Demikian hadirin – hadirat hingga masa kini sangat berharga kita mencari guru yang mempunyai sanad, yang mempunyai hubungan pertalian dengan guru – guru para ahli hadits, para ahli alqur’an, para ahli fiqh dan para ahli syariatul muthaharoh sehingga ilmu kita jelas mengikuti guru yang mempunyai guru yang jelas sanadnya. Berbeda dengan orang yang sembarang m engambil guru, tidak mengetahui gurunya hanya mempunyai buku dan setelah itu fatwanya hanyalah terikat pada huruf – huruf di bukunya. Ketika dimintai pertanggungjawaban di yaumal qiyamah, ia tidak bisa membawa pertanggungjawabnnya karena sanadnya bersambung kepada hal yang terputus.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Di malam hari yang diberkahi Allah Swt ini, kita telah mendengar bagaimana Rasul Saw memberi semangat kepada kita untuk membangkitkan kembali generasi ulama, membangkitkan kembali generasi sunnah Nabi kita Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Oleh sebab itu mari kita benahi umat, kita benahi diri kita kalau seandainya kita sibuk dengan pekerjaan, niatkan keturunan kita kelak menjadi ulama, menjadi pewaris para Nabi, menjadi pejuang syariatul muthaharoh.

Hadirin – hadirat yang dimulikan Allah, Waktu semakin dekat dengan malam nisfu sya’ban, malam yang agung dan luhur. Sebagaimana riwayat Imam Tabraniy, Rasul Saw bersabda “Allah mengampuni seluruh dosa – dosa di malam nisfu sya’ban, terkecuali orang yang menyembah selain Allah Swt dan orang – orang yang suka bermusuhan”. Telah benar tadi ucapan guru kita tadi, fadhilatul ustadz dai ilallah KH. Syafi’i Ahmad untuk memaafkan muslimin – muslimat memaafkan semua kesalahan orang yang berbuat salah pada kita. Untuk apa? Agar Allah mengampuni dan memaafkan kesalahan kita.

Hadirin – hadirat yang dimulikan Allah kita bermunajat kepada Allah di malam sya’ban yang diberkahi Allah Swt ini, di malam – malam mulia ini kita berdoa kepada Allah Swt agar Allah Swt memunculkan generasi ulama pada muslimin – muslimat dan memilih dari sulbi – sulbi kita muncul generasi para ulama.

Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram jangan Kau jadikan dari sulbi kami keturunan – keturunan ahlul su’, keturunan – keturunan fasiq, keturunan – keturunan dholim. Jadikan dari tubuh kami munculnya sulbi para shalihin shalihah. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram jangan Kau jadikan dari keturunan kami pengikut pasukan dajjal atau pengikut ya’jud wa ma’jud, jadikan dari keturunan dan sulbi kami ahlul sujud, orang – orang yang banyak bersujud, orang yang banyak diberkahi yang menjadi kebanggaan kami dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahiim sucikan diri kami, sucikan dosa – dosa kami, sucikan ayahbunda kami, sucikan rumah tangga dan anak – anak kami, sucikan seluruh keluarga dan kerabat kami dari dosa – dosa dan kesalahan.

Ya Rahman Ya Rahiim Robbanaa laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhthonaa Ya Dzal Jalali Wal Ikram Ya Dzaththouli Wal In’am Ya Rahman Ya Rahiim Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram Ya Dzaththouli Wal In’am.

Hadirin – hadirat Allah Swt berfirman ketika di hari kiamat nanti manusia telah berakhir izinnya untuk hidup di muka bumi, semua manusia yang pernah hidup di muka bumi dibangkitkan dan dipanggil oleh Allah. “Disaat itu mereka berdiri dan mereka memandang saja”, memandang nanti apa keputusannya? Selamat dalam kebahagiaan atau masuk ke dalam penjara yang menghinakan. “Dan disaat itu ketika mereka berdiri menanti keputusan, terbitlah cahaya keagungan Allah Swt, menerangi padang mahsyar” dan disaat itulah hamba – hamba beriman bersujud, mereka bersujud kepada Allah Swt yang dahulu mereka selalu bersujud pada-Nya di muka bumi. Dan ada diantara mereka yang tidak mampu bersujud. Allah berfirman “dulu di dunia mereka diseru untuk bersujud, mereka tidak mau bersujud, mereka tidak mau melakukannya, maka di hari kiamat mereka tidak mampu bersujud dan disaat itulah berjatuhan kulit wajah mereka karena malunya di hadapan Allah. Ketika teman dan kerabatnya bersujud, ia tetap tegak berdiri di hadapan Rabbul Alamin, tubuhnya kaku tidak bisa sujud”.

Kita berdoa kepada Allah Swt, semoga Allah Swt mengumpulkan kita bersama ahlul sujud, Ya Rahman Ya Rahiim terangi malam – malam dan siang kami dengan cahaya lezatnya sujud, Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Rahman dosa – dosa kami Ya Rabb, kesalahan kami Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Hadirin sekali kau menyebut Nama Allah semakin dekat derajatmu dengan Allah, semakin jauh dosa kita, semakin sirna musibah kita Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah semakin dekat dengan surga, semakin jauh dengan neraka Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram Ya Dzaththouli Wal In’am

Hadirin – hadirat malam ahad, malam nisfu sya’ban kita akan berkumpul dengan lafadhul Allah 1000X Insya Allah. Yang bertempat di Monas (Monumen Nasional), malam 17 tanggal 16 Agustus 2008 kita akan derdzikir Ya Allah sebanyak 1000X setelah membaca doa nisfu sya’ban dan maulid Nabi Saw. Insya Allah dihadiri lebih dari 500.000 muslimin – muslimat yang bersatu dan Insya Allah menggemuruhkan Jakarta dengan lafadh Allah..Allah..

Hadirin – hadirat sempatkan diri kita untuk hadir dan mereka yang tidak dapat hadir maka turut berperan serta juga untuk terus berjuang untuk kesuksesan acara ini bisa dengan memberikan kabar kepada saudara – saudaranya, dengan surat, dengan telepon, dengan sms, berjuang untuk memakmurkan bumi Jakarta agar dimakmurkan kemuliaan dakwah di Jakarta ini oleh dzikir dan juga semoga Allah Swt melimpahkan rahmat dan kebahagiaan.

Ditanyakan kepada Guru Mulia kita Al Hafidh Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidh tentang bagaimana menyelesaikan permasalahan yang muncul di Indonesia dengan berbagai macam permasalahan, dengan berbagai macam fitnah, berbagai macam musibah. Beliau menjelaskan salah satunya adalah dengan mengumpulkan orang – orang dalam majelis – majelis besar untuk berdoa bersama. Hal seperti itulah yang menyingkirkan bala dan musibah dari wilayah kita. Dan perkumpulan besar terus kita makmurkan dengan doa – doa bersama untuk menyingkirkan bala dan musibah.

Hadirin – hadirat berikut saya akhiri perjumpaan ini dengan Ijazah Sanad Al Imam Bukhari dari Guru Mulia kita Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh yang mengambil sanad Shahih Bukhari
Dari Al Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil bin Yahya Al Hafidh
Dari Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi (Kwitang) Al Hafidh
Dari Al Habib Umar bin Idrus Al Habsyi Al Hafidh
Dari Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Al Hafidh
Dari Alhabib Umar bin Segaf Assegaf Al Hafidh
Dari Al habib Segaf bin Muhammad bin Umar Assegaf Al Hafidh
Dari Al Habib Segaf bin Muhammad bin Umar Assegaf Al Hafidh
Dari Alhabib Abdurrahman bin Abdullah Balfaqih Al Hafidh
Dari Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad shohiburratib Al Hafidh
Dari Alhabib Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad Baharun Al Hafidh
Dari Alhabib Abubakar bin Abdurrahhman Ibn Shihabuddin Al Hafidh
Dari Alhabib Abdurrahman bin Shihabuddin Ahmad bin Abdurrahman bin Syeikh Ali Al Hafidh
Dari Al Imam Muhammad bin Ali Khird Al Hafidh
Dari Al Imam Muhammad bin Abdurrahman Al Asqa’ Balfaqih Al Hafidh
Dari Al Imam Abdullah Alaydrus Al Akbar bin Abubakar Al Hafidh
Dari Al Imam Umar Al Muhdhor bin Imam Abdurrahman Assegaf Al Hafidh
Dari Al Imam Abdurrahman Assegaf bin Muhamad Al Hafidh
Dari Al Imam Muhammad bin Alwi shohibul ‘Amaa’im Al Hafidh
Dari Al Imam Abdullah bin Alwi Al Hafidh
Dari Al Imam Alwi bin Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Al Hafidh
Dari Al Imam Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy Al Hafidh
Dari Al Imam Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Jadiid Al Hafidh
Dari Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Ibn Abi Shaif Alyamaniy Al Hafidh
Dari Assyeikh Al Musnid Abil Hasan Ali bin Humaid bin Ammar Al Athrabalsiy Al Hafidh
Dari Assyeikh Al Musnid Abu Maktum Isa bin Abi Dzarr Al harawiy Al Hafidh
Dari Assyeikh Abu Dzarr bin Abd bin Ahmad Al harawiy Al Hafidh
Dari Abu Ishaq Ibrahim bin Amad Al Balakhiy Almustamaliy Al Hafidh
Dari Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Matharr AL Firabriy Al Hafidh
Dari Hujjatul Islam wa Barakatul Anaam Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari rahimahullah.

Dan saya Ijazahkan ijazah Shahih Bukhari kepada hadirin – hadirat semuanya yang sanadnya sampai kepada Imam Bukhari. Beliau menyampaikan sanad – sanad haditsnya dari Rasulullah Saw. Demikian hadirin – hadirat Rasulullah Saw Nabiyyil Ummiy.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Pendapat Para Imam dan Muhaddits Tentang Perayaan Maulid

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
Telah jelas dan kuat riwayat yang sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yang berpuasa hari asyura (10 Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “Kita lebih berhak atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah yang diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa didapatkan dengan pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca Alqur’an, maka nikmat apalagi yang melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG-ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al Imran 164)

2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :
Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul saw ber akikah untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi (Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832 dengan sanad shahih dan Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300, dan telah diriwayatkan bahwa telah ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau saw 7 tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah bahwa akikah beliau saw yang kedua atas dirinya adalah sebagai tanda syukur beliau saw kepada Allah swt yang telah membangkitkan beliau saw sebagai Rahmatan lil’aalamiin dan membawa Syariah untuk ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman-teman dan saudara-saudara, menjamu dengan makanan-makanan dan yang serupa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan. Bahkan Imam Assuyuthiy mengarang sebuah buku khusus mengenai perayaan maulid dengan nama : “Husnulmaqshad fii ‘amalilmaulid”.

3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :
Merupakan Bid’ah hasanah yang mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yang diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dengan kelahiran Nabi saw.

4. Pendapat Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif :
Telah diriwayatkan Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi dan ditanya apa keadaanmu?, ia menjawab : “di neraka, tapi aku mendapat keringanan setiap malam senin, itu semua sebab aku membebaskan budakku Tsuwaibah demi kegembiraanku atas kelahiran Nabi (saw) dan karena Tsuwaibah menyusuinya (saw)” (shahih Bukhari hadits no.4813). maka apabila Abu Lahab Kafir yg Alqur’an turun mengatakannya di neraka mendapat keringanan sebab ia gembira dengan kelahiran Nabi saw, maka bagaimana dg muslim ummat Muhammad saw yang gembira atas kelahiran Nabi saw?, maka demi usiaku, sungguh balasan dari Tuhan Yang Maha Pemurah sungguh-sungguh ia akan dimasukkan ke sorga kenikmatan Nya dengan sebab anugerah Nya.

5. Pendapat Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy :
Serupa dengan ucapan Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljuzri, yaitu menukil hadits Abu Lahab.

6. Pendapat Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
berkata “tidak dilaksanakan maulid oleh salaf hingga abad ke tiga, tapi dilaksanakan setelahnya, dan tetap melaksanakannya umat islam di seluruh pelosok dunia dan bersedekah pada malamnya dengan berbagai macam sedekah dan memperhatikan pembacaan maulid, dan berlimpah terhadap mereka keberkahan yang sangat besar”.

7. Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah
dalam syarahnya maulid ibn hajar berkata : “ketahuilah salah satu bid’ah hasanah adalah pelaksanaan maulid di bulan kelahiran nabi saw”

8. Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah
dengan karangan maulidnya yang terkenal “al aruus” juga beliau berkata tentang pembacaan maulid, “Sesungguhnya membawa keselamatan tahun itu, dan berita gembira dengan tercapai semua maksud dan keinginan bagi siapa yang membacanya serta merayakannya”.

9. Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah
dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah juz 1 hal 148 cetakan al maktab al islami berkata: “Maka Allah akan menurukan rahmat Nya kepada orang yang menjadikan hari kelahiran Nabi saw sebagai hari besar”.

10. Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yang terkenal dengan Ibn Dihyah alkalbi dengan karangan maulidnya yg bernama “Attanwir fi maulid basyir an nadzir”.

11. Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri dengan maulidnya “urfu at ta’rif bi maulid assyarif”

12. Imam al Hafidh Ibn Katsir yang karangan kitab maulidnya dikenal dengan nama : “maulid ibn katsir”

13. Imam Al Hafidh Al ‘Iraqy dengan maulidnya “maurid al hana fi maulid assana”

14. Imam Al Hafidh Nasruddin Addimasyqiy telah mengarang beberapa maulid : Jaami’ al astar fi maulid nabi al mukhtar 3 jilid, Al lafad arra’iq fi maulid khair al khalaiq, Maurud asshadi fi maulid al hadi.

15. Imam assyakhawiy dengan maulidnya al fajr al ulwi fi maulid an nabawi

16. Al allamah al faqih Ali zainal Abidin As syamhudi dengan maulidnya al mawarid al haniah fi maulid khairil bariyyah

17. Al Imam Hafidz Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy yang terkenal dengan ibn diba’ dengan maulidnya addiba’i

18. Imam ibn hajar al haitsami dengan maulidnya itmam anni’mah alal alam bi maulid sayid waladu adam

19. Imam Ibrahim Baajuri mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dengan nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar

20. Al Allamah Ali Al Qari’ dengan maulidnya maurud arrowi fi maulid nabawi

21. Al Allamah al Muhaddits Ja’far bin Hasan Al barzanji dengan maulidnya yang terkenal maulid barzanji

23. Al Imam Al Muhaddis Muhammad bin Jakfar al Kattani dengan maulid Al yaman wal is’ad bi maulid khair al ibad

Namun memang setiap kebaikan dan kebangkitan semangat muslimin mestilah ada yg menentangnya, dan hal yg lebih menyakitkan adalah justru penentangan itu bukan dari kalangan kuffar, tapi dari kalangan muslimin sendiri, mereka tak suka Nabi saw dicintai dan dimuliakan, padahal para sahabat radhiyallahu’anhum sangat memuliakan Nabi saw, Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yg sakit maka ia mencelupkan baju Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yg sakit (shahih Muslim hadits no.2069).

seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka Rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yg kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130). Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yg merobek perutnya dengan luka yg sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra), “Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra”, maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : “Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (dimakamkan disamping makam Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.1328). Dihadapan Umar bin Khattab ra Kuburan Nabi saw mempunyai arti yg sangat Agung, hingga kuburannya pun ingin disebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : “Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”.

Dan masih banyak riwayat shahih lainnya tentang takdhim dan pengagungan sahabat pada Rasulullah saw, namun justru hal itu ditentang oleh kelompok baru di akhir zaman ini, mereka menganggap hal hal semacam itu adalah kultus, ini hanya sebab kedangkalan pemahaman syariah mereka, dan kebutaan atas ilmu kemurnian tauhid. Maka marilah kita sambut kedatangan Bulan Kebangkitan Cinta Muslimin pada Nabi saw ini dengan semangat juang untuk turut berperan serta dalam Panji Dakwah, jadikan medan ini benar benar sebagai ajang perjuangan kita untuk menerangi wilayah kita, masyarakat kita, masjid kita, musholla kita, rumah rumah kita, dengan cahaya Kebangkitan Sunnah, Cahaya Semangat Hijrah, kemuliaan kelahiran Nabi saw yg mengawali seluruh kemuliaan islam, dan wafatnya Nabi saw yg mengawali semangat pertama setelah wafatnya beliau saw.

Saudara saudarku, kelompok anti maulid semakin gencar berusaha menghalangi tegaknya panji dakwah, maka kalian jangan mundur dan berdiam diri, bela Nabimu saw, bela idolamu saw, tunjukkan akidah sucimu dan semangat juangmu, bukan hanya mereka yg memiliki semangat juang dan mengotori masji masjid ahlussunnah dengan pencacian dg memfitnah kita adalah kaum musyrik karena mengkultuskan Nabi,

Saudaraku bangkitlah, karena bila kau berdiam diri maka kau turut bertanggung jawab pula atas kesesatan mereka, padahal mereka saudara saudara kita, mereka teman kita, mereka keluarga kita, maka bangkitlah untuk memperbaiki keadaan mereka, bukan dengan pedang dan pertikaian, sungguh kekerasan hanya akan membuka fitnah lebih besar, namun dg semangat dan gigih untuk menegakkan kebenaran, mengobati fitnah yg merasuki muslimin muslimat..

Nah saudara saudaraku, para pembela Rasulullah saw.. jadikan 12 Rabiul awwal adalah sumpah setiamu pada Nabimu Muhammad saw, Sumpah Cintamu pada Rasulullah saw, dan Sumpah Pembelaanmu pada Habibullah Muhammad saw.

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Semua Ummat Nabi SAW Masuk Surga Kecuali Yang Menolak

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Semua ummatku masuk sorga kecuali yang menolak”. Para sahabat bertanya : siapa yang menolak wahai Rasulullah?, beliau saw bersabda : “Yang taat padaku masuk sorga, yang tidak taat padaku maka ia telah menolak” (Shahih Bukhari)
Image Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan puji kehadirat Allah jalla wa alaa, Maha Raja yang selalu bercahaya dengan Cahaya yang Abadi, Yang Maha Menerangi Alam semesta dengan Cahaya Kemegahan Nya, Yang Maha Menerangi Jiwa Hamba hamba Nya yang beriman dengan cahaya ketenangan, terang benderang jiwa hamba yang merindukan Allah, Cahaya Abadi dan Tunggal yang selalu didambakan oleh hamba hamba Nya yang beriman dari zaman ke zaman, Beruntunglah jiwa yang merindukan Allah, beruntunglah bibir yang menyebut Nama Allah, tiadalah bibir yang lebih agung melebihi bibir yang bergetar dan basah menyebut Nama Nya, tiada jiwa yang lebih bercahaya dan tenang melebihi jiwa yang mengingat Allah Swt, Maha Suci Allah yang Maha Menerangi jiwa kita dengan iman,

Hadirin hadirat singkaplah tabir yang menghalangi kita dengan Allah, singkaplah dengan doa dan munajat, singkaplah dengan mengemis kehadirat Allah, agar Dia menerangi jiwa kita dengan cahaya Nya, cahaya yang lebih terang dari seluruh cahaya. Cahaya diatas segala cahaya yang memberikan petunjuk kepada hamba hamba Nya dengan cahaya bagi hamba hamba Nya yang dikehendaki Nya” (QS Annur 35). Terang benderanglah hari hari mereka dengan cahaya kehidupan yang sempurna, terang benderanglah hidup mereka dan wafat mereka dalam kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dialah Allah jalla wa alaa yang menerangiku dan kalian dengan cahaya ramadhan, dengan cahaya shiam dan cahaya qiyam. Nurushiyaam wal qiyam yang menerangi hari hari muslimin muslimat di Barat dan Timur untuk dilimpahi rahmat dan pengampunan dan pembebasan dari neraka, Beruntunglah yang mendapatkannya, beruntunglah mereka yang mendapatkan limpahan rahmat Ilahi di 10 malam pertama, limpahan pengampunan Ilahi di 10 malam kedua, dan pelepasan dari api neraka di 10 malam terakhir dan itulah semulia mulia anugerah..

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita di malam hari yang diberkahi Allah ini kepada seruan Sang Nabi saw, manusia yang paling ramah dan lembut dari semua manusia, makhluk yang paling berkasih sayang dari seluruh makhluknya Allah, Jiwa yang paling lembut dari semua jiwa yang diciptakan Allah yaitu Sayyidina Muhammad Saw.

Rasul saw menerangi hari hari kita seraya bersabda “kullu ummatii yadkhulul jannah illa man aba” seluruh umatku masuk ke dalam surga terkecuali mereka yang tidak mau dan menolak. Para sahabat terheran dan bertanya “siapa orang yang tidak mau masuk surga ya Rasulullah?” Rasul saw bersabda “orang orang yang tidak mentaati aku maka ia termasuk orang orang yang menolak”. Di dalam konteks hadits ini seakan akan muncullah disana betapa beratnya kita masuk ke dalam surga, Karena beliau saw bersabda “barangsiapa yang taat padaku akan masuk surga dan mereka yang menolak perintahku, mereka telah termasuk menolak surganya Allah.

Hadirin hadirat tampaknya hadits ini sangat tegas, merisaukan jiwa kita, Tapi kita perlu dalami makna hadits ini, Berkata Hujjatul Islam Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari mengenai banyaknya penafsiran para muhadditsin tentang makna hadits ini.

Yang pertama orang orang yang menolak dan yang tidak mau, yang disebutkan Sang Nabi saw adalah orang orang yang menolak langsung apa yang diperintah oleh Sang Nabi saw di masa beliau saw, bukan di masa sekarang, Yang disebut orang yang menolak adalah orang yang menolak langsung perintahnya Rasul saw di masa beliau saw.

Pendapat yang kedua adalah mereka itu tertolak dari masuk surga disaat yang pertama bersama Rasulullah saw setelah meminum telaga haudh, Tidak bisa masuk surga, bersama, dan kenapa?,
karena banyak dosa dosa, mereka harus dihisab terlebih dahulu, Namun pada akhirnya Al Imam Ibn Hajar menjelaskan akhirnya kesimpulannya kembali kepada kalimat yang pertama “seluruh umatku masuk ke dalam surganya Allah Swt terkecuali yang menyembah selain Allah” maka kalimat disini menolak perintahnya Sang Nabi saw adalah menolak islam, tidak mau menerima islam dan menyembah selain Allah maka mereka tidak akan pernah mencium baunya surga sama sekali. Sisanya ada diantara para pendosa yang menerima apa apa yang diperintah Sang Nabi saw tetapi ada yang ia tidak mampu untuk melakukannya maka ia akan sampai dengan Syafa’at Nabi Muhammad Saw ke dalam surganya Allah.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Di malam agung ini tentunya kita juga teringat pada peristiwa peristiwa besar. Peristiwa rahasia keagungan Alquranulkarim yang turunnya di malam 17 Ramadhan dalam riwayat lainnya tentunya yang pasti adalah di bulan ramadhan. Sebagaimana firman Allah “bulan ramadhan adalah bulan yang diturunkan padanya Alquran” (QS. Al-Baqarah:185). Ikhtilaf pendapatnya, banyak yang mengatakan malam 17, banyak yang mengatakan malam lainnya dan lainnya tapi seluruh pendapat telah menjadi satu dengan firman Allah bahwa turunnya Alquran adalah di bulan ramadhan.

Satu kumpulan kalimat kalimat Ilahi yang menerangi jiwa hamba hamba Nya mulai 14 abad yang silam hingga akhir zaman, Mengawali segenap tuntunan hidayah yang setiap hurufnya merupakan cahaya keridhoan Ilahi, menuntun mereka kepada taubat dan istighfar. Menuntun kita kepada keluhuran dunia dan akhirat, menuntun mereka kepada kerinduan pada Allah, Menuntun mereka untuk meninggalkan kemaksiatan kepada Allah dan dosa, Menuntun mereka kepada hal hal yang dicintai Allah, Inilah tugas sang pembawa Alquran, Shohibul quran, shohibul ramadhan, Sayyidina Muhammad saw.

Hadirin hadirat oleh sebab itu jika kita renungkan ini bulan ramadhan bulan turunnya Alquran, 6660 ayat turun untuk umat ini yang jika diturunkan di atas gunung, gunung itu hancur lebur dari takutnya kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah “Jika kami turunkan Alquran diatas puncak sebuah gunung, akan kau lihat (maksudnya akan dilihat oleh manusia) gunung itu akan hancur dan lebur dari takutnya kepada Allah swt” (QS. Al-Hasyr:21). Takutnya dari kewibawaan Rabbul Alamin, dari keagungan dan kemegahan Maharaja langit dan bumi. Gunung yang demikian keras dan dahsyatnya akan hancur lebur, tunduk dan hancur berantakan dari takutnya kepada Allah. Gunung yang demikian keras itu ternyata punya perasaan takut kepada Allah, ternyata punya pengagungan (takdhim) kepada Allah swt. Bagaimana dengan jiwaku dan jiwa kalian? wahai umat mulia ini adakah pengagungan kepada Allah?

Alquran turun dan sampai kepada kita, adakah air mata mengalir meruntuhkan kerasnya hati kita mendengar kalam kalam Illahi yang turun ataukah sirna begitu saja sama dengan suara lainnya. Suara itu jika diturunkan untuk gunung bukan untuk manusia, gunung itu lebur tidak sanggup diajak bicara oleh Rabb sedangkan Alquran adalah Kalamullah yang langsung berbicara kepada umat Nabi Muhammad saw. Mana kalimatnya? Wahai orang yang beriman, wahai manusia, bukankah kita ini diajak bicara oleh Allah jalla wa alla? sehingga mereka itu orang orang ahlul khusyu’ bergetar ketika membaca firman firman Allah yang berisi kalimat mengucap langsung kepada mereka karena sudah diajak bicara kepada Allah. Seandainya kalimat itu akan hancur gunung itu, kenapa? karena yang diajak bicara gunungnya. Namun gunung tidak mampu menampungnya tapi karena jiwa kita mukminin mukminat akan terharu dan gembira diajak bicara oleh Allah.

Siapa yang diajak bicara oleh Allah? apakah shiddiqin?, para Nabi dan Rasul?, tapi ada siapa juga? ada juga para pendosa yang diajak bicara oleh Allah, Siapa mereka? wahai yang melampaui batas dalam berbuat dosa pada dirinya sendiri. Allah mengajaknya bicara langsung kepada para pendosa agar kembali dan taubat kepada Allah. Jangan putus asa dari rahmat Ku, Wahai Yang Maha Baik kepada kami, tiada kebaikan melebihinya. Hadirin hadirat beruntunglah jiwa yang merindukan Allah.

Peristiwa mulia pun terjadi diantaranya adalah kejadian Badr Al Kubro, Kejadian yang sangat agung dari 313 jiwa yang paling dicintai Allah di umat ini, Tidak ada derajat shalihin dan shiddiqin yang mencapai derajat Ahlul Badr. Semua mereka yang 313 adalah orang yang paling suci dan mulia di umat ini melebihi derajat para Qutbul aulia. Merekalah wajah wajah termulia dan paling terang benderang di yaumal qiyamah di umat ini “Ahlul Badr Radhiyallahu’anhum”. Dihadapan mereka dan diantara mereka adalah imam imam ahlul bait yaitu Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw, Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutholib ra, Sayyidina Ja’far bin Abi Tholib dan banyak lagi.

Khulafaurrasyidin semuanya ahlul badr (Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Ali, Sayyiidna Umar). Sayyidina Utsman ra tidak hadir dalam perang badr. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ada seorang tidak suka dengan Sayyidina Utsman dan berkata kepada Abdullah bin Umar, “sayyidina utsman itu kan tidak ikut dalam perang badr”. Abdullah bin Umar memanggilnya “sini, dia memang tidak ikut perang badr tapi ia menjaga putrinya Rasulullah saw”. Ketika putri Rasulullah sakit, istrinya (beliau menikah dengan putrinya Rasul saw), dia tinggalkan perang badr demi menjaga putrinya Sayyidina Muhammad saw maka Rasul saw bersabda “Utsman adalah ahlul badr”, demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. Sayyidina Utsman adalah salah satu orang ahlul badr walaupun tidak hadir tapi Rasulullah mengatakan “Utsman adalah ahlul badr”. Utsman bin Affan ra adalah ahlul badr berarti khulafaurrasyidin semuanya ahlul badr.

313 orang bukan yang wafat di perang badr namun yang hadir perang badr. Ada yang wafat di badr ada yang tidak. Badr adalah satu wilayah bukannya bulan purnama, memang artinya bulan purnama tapi yang disebut perang badr dan ahlul badr itu karena peperangannya di wilayah yang bernama wilayah badr. Dari sebelum Islam namanya sudah wilayah badr. Diriwayatkan di dalam Sirah Ibnu Hisyam ketika Rasul saw telah memerintahkan untuk para sahabat mengumumkan jihad. Sebagian sahabat tidak percaya karena belum pernah Rasul saw mengumumkan jihad sebelumnya dan ini peperangan yang pertama. Rasulullah saw tidak pernah mengumumkan peperangan, apa yang kita persiapkan. Persiapan hanya 3 hari, apa yang kita persiapkan? Muhajirin yang ahli perang tidak punya persiapan, senjata belum ada, kuda belum ada. Apa ini peperangan cuma punya beberapa orang.

Kumpulkan pria dewasa Anshor (Anshar adalah penduduk asli Madinah, Muhajirin adalah orang yg hijrah dari makkah ke madinah bersama Rasul saw) jumlahnya cuma 313 dan ini bukan peperangan kalau jumlahnya 313 orang. Yang akan dihadapi siapa? Kuffar quraesy jumlah mereka ribuan. Namun perintah jihad telah muncul maka oleh sebab itu Rasul saw mengumpulkan sahabat dan berkata salah seorang sahabat “Yaa Rasulullah berangkat walaupun kita tidak punya kemampuan. Kalau ini perintah Allah dan Rasul kami akan berangkat bersamamu” demikian kata salah seorang sahabat Muhajirin.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul saw berpaling dan berkata “ayo..?, ada yang punya pendapat lain?, ada yang mau mengemukakan pendapat?”. Tanya lagi, tanya lagi akhirnya berdiri salah seorang Anshor “seakan akan engkau tanya pendapat kami kaum Anshor wahai Rasul?”, Rasul saw menjawab “betul, aku dari tadi belum dengar orang Anshor yang memberikan dukungan”. Maka orang ini berdiri dan berkata “Yaa Rasulallah kami akan bersamamu, kemanapun engkau pergi kami akan bersamamu kalau engkau masuk ke dalam lautan kami bersamamu ke dalam lautan, tidak satupun yang tersisa dari kami terkecuali ikut bersamamu ke dalam lautan, Barangkali kalau kami mati bersamamu bisa membuatmu gembira”.

Ini merupakan petunjuk Allah. Inilah kaum Anshor, mereka rela mati demi gembiranya hati Rasulullah saw. Kalau matinya mereka membuat gembira hatinya Rasul saw, kami akan mati. Demikian Anshor (para pendukung) Nabi Muhammad saw. Hingga riwayat Shahih Bukhari “kalau bukan karena hijrah, aku akan Allah munculkan dari kaum Anshor bukan dari Makkah”. Tapi karena Allah menginginkan hijrah maka muncul dari Makkah Al Mukarramah tempat kelahiran Sang Nabi saw, karena Allah menghendaki hijrah dan kalau tidak Rasul saw berkata “kalau bukan karena hijrah pasti aku adalah orang yang lahir di kaum Anshor”. Demikian cintanya kaum Anshor kepada Nabi Muhammad saw.

Di dalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda “Rasul saw sangat mencintai kaum Anshor”. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menjelaskan asal muasal kaum Anshor adalah dari Yaman. Oleh karena itu Rasul saw bersabda “Iman itu di Yaman” (Shahih Bukhari). Karena apa? karena memang asal muasalnya orang Anshor adalah dari Yaman.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka pasukan dipersiapkan, mereka hanya memiliki 70 ekor unta. Jadi 1 unta dinaiki untuk 3 orang. Rasulullah saw bersama Sayyidina Ali bin Abi Tholib dan seorang sahabat lain. Sayyidina Abu Bakar Ashshidiq bersama sahabat lain. 1 unta untuk 3 orang. Ada yang berjalan kaki, ada yang mempunyai pedang. Pedang pertama dalam dunia islam dibuat dan diberikan kepada Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw. Ada yang tidak punya pedang cuma alat pertanian saja, ada yang mengerti perang, ada yang tidak mengerti perang. Ini belum dipersiapkan pasukan. Demikian ahlul badr. Terdapat 3 bendera : 1 bendera putih di depan dan 2 bendera hitam di kiri dan kanan Rasulullah saw. Bendera hitam yang satu dipegang oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dan bendera yang satunya dipegang oleh orang Anshor.

Pasukan keluar dari Madinah Al Munawwarah menuju medan badr, sampai di badr mereka berhenti. Saat saat sekarang ini tanggal 14, 15 ramadhan Rasul saw sudah berada di badr. Dan di malam 17 ramadhan tepatnya esok malam Rasul saw berdoa. Doa dengan doa yang sedemikian dahsyat didengar oleh Sayyidina Abu Bakar Ashshidiq doa beliau saw sebagaimana Sirah Ibn Hisyam “wahai Allah menangkanlah, menangkanlah, kalau muslimin kalah maka Kau tidak disembah lagi di muka bumi”. Maksudnya apa? habis kalau muslimin kalah, jumlahnya hanya 313 orang.

Inilah pendukungnya, kalau semua habis tidak ada muslimin di masa itu. Tinggallah anak anak, tinggallah wanita. Demikian keadaan muslimin di permukaan Barat dan Timur saat itu. Cuma itu saja ksatria ksatria muslimin, kalau seandainya kalah maka habis wahai Allah. Demikian cintanya Sang Nabi saw kepada Allah agar Allah memberikan kemenangan, agar banyak orang orang yang tunduk dan tidak menyekutukan Allah swt. Sampai jatuh ridanya, ridanya jatuh dari tingginya beliau mengangkat tangannya, berkata Abu Bakar Ashshidiq “ya Rasulullah pasti Allah akan kabulkan doamu, cukup Rasulullah, cukup ya Rasulullah”.

Keesokan harinya, hari badr telah terjadi terbitlah matahari dan tidak lama kemudian mereka telah berhadapan. (Idz Tastaghiitduuna rabbakum) ketika engkau meminta pertolongan pada Kami kata Allah. Jika engkau meminta bantuan…, sebelumnya sang Nabi tidak pernah meminta bantuan untuk menundukkan musuhnya. Beliau selalu bersabar diinjak walaupun dalam keadaan sujud dilimpahi kotoran unta, beliau tidak meminta kehancuran untuk musuh tapi saat itu beliau minta pada Allah. Disaat Abu Tholib melempari dan mengejar ngejarnya bagaikan orang gila yang dikejar kejar, beliau malah mendoakan. Tapi disaat itu beliau saw tidak meminta pertolongan kepada Allah untuk kehancuran tetapi disaat badr, Rasul saw meminta kemenangan, Ketika kalian meminta kepada Tuhan kalian maka dikabulkan untuk kalian, maka Aku menjawab doa kalian (doa sang Nabi) Aku menurunkan 1000 pasukan malaikat untuk menolong kalian” (QS Al Anfal 9)

Di dalam Sirah Ibnu Hisyam diriwayatkan para sahabat melihat disaat medan badr mulai berkecamuk turunlah awan yang gelap dan mengerikan mendekat ke medan badr dan mendengar gemuruh daripada kuda dan tasbih. Pasukan keluar memakai sorban sorban putih, ribuan pasukan keluar dari awan ke medan badr. Allah swt telah berfirman “Aku menurunkan untuk kalian 1000 pasukan malaikat” di dalam surat Al Imran Allah teruskan lagi “karena kalian sabar dan kalian taqwa Allah turunkan lagi 3000 pasukan malaikat, 5000 pasukan malaikat Allah turunkan untuk mendukung medan badr”. (diringkas dari firman Allah surat Al Imran 124-125)

Maka disaat itu dijelaskan didalam Sirah Ibnu Hisyam (buku sejarah Nabi yang tertua yang masih ada hingga kini), Jibril as memakai sorban berwarna kuning dan disaat itulah perang tentunya sudah tidak seimbang karena jumlah musyrikin 3000 dan jumlah muslimin 313 di tambah 5000 pasukan malaikat. Tentunya mereka dengan cepatnya memenangkan peperangan. Beberapa sahabat berkata “belum sempat pedang aku gerakkan lawanku sudah roboh karena sudah didahului pedangnya para malaikat”.

Dalam Sirah Ibnu Hisyam berkata Sayyidina Abdullah bin Abbas ra, tidak pernah Allah turunkan malaikat untuk turut berperang terkecuali di medan badr. Hadirin hadirat salah seorang sahabat berkata sebagaimana dijelaskan dalam Sirah Ibnu Hisyam bahwa ia buta, “aku buta sejak kejadian badr”, kalau aku tidak buta aku tunjukkan pada kalian darimana itu datangnya awan yang muncul dan turunnya pasukan malaikat di medan badr. Salah seorang sahabat lagi meriwayatkan kalau ia mendengar gemuruh yang sangat menakutkan diliputi awan gelap itu dan keluarnya pasukan malaikat, keponakan yang masih kecil wafat saat itu dari takutnya mendengar gemuruh yang sangat menakutkan itu. Gemuruh tasbih dan jeritan takbir dari ribuan para malaikat yang membantu medan badr.

Demikian dahsyatnya kemenangan ahlul taqwa yang berkumpul adalah orang yang paling taqwa kepada Allah, orang yang paling khusyu’, mereka menang bukan dengan banyaknya pasukan bukan dengan hebatnya senjata tapi dengan Allah. Kekuatan Illahiyah yang muncul pada mereka yang membuat Allah memenangkan pertempuran. Dan kejadian badr al kubro ini adalah semulia mulia kejadian karena bersatunya seluruh orang orang yang utama disaat sulitnya islam dan Allah jadikan kemuliaan itu kekal tidak sirna. Karena apa? karena ahlul badr lah yang kemudian muslimin muslimat mendapatkan kemenangan yang kemudian berkembanglah islam dan berkembang lagi.

Ketika muslimin mengandalkan pasukan dan banyaknya tentara, mereka kalah sebagaimana perang uhud. Perang uhud mulimin kalah padahal pasukannya banyak, senjatanya lengkap. Kenapa? karena mereka tidak taat apa yang diperintahkan sang Nabi. Pasukan pemanah jangan turun, padahal pasukan pemanah cuma 50 orang. Apa iya uhud ini kalah semua gara gara 50 orang? kenyataan kalau mereka bersatu dalam kekuatan Ilahi pasti menang karena Allah memberi kemenangan. Demikian hadirin hadirat hikmah dari peristiwa badr al kubro.

Kejadian kejadian itu diabadikan karena Allah swt menjadikan kejadian itu masih terus terdengar sampai beberapa tahun yang silam masih terdengar di medan badr. Wilayah badr itu setiap 17 ramadhan kalau bertepatan hari jumat di medan badr, beberapa tahun yang silam masih terdengar suara gemerincing dan suara takbir di medan itu (padang pasir) namun tidak ada wujudnya. Kenapa? Allah abadikan itu. Demikian medan mu’ta, kejadian perang mu’ta ketika Sayyidina Ja’far bin Abi Tholib syahid dan juga lainnya diabadikan sampai beberapa tahun yang silam. Ketika mulai dibangun universitas mu’ta ditempat itu di Yordan tidak lagi terdengar suara itu. Tapi sebelumnya ketika belum ada universitas mu’ta dan orang belum ramai, di medan mu’ta setiap hari jum’at subuh orang yang sholat subuh di masjid itu mereka akan mendengar gemuruh di wilayah padang tempat pertempuran medan mu’ta. Wujudnya tidak ada. Jadi orang yang usia 20 sampai 30 keatas masih bias bersaksi bahwa 10 tahun yang lalu sebelum masjid ini ada kami dengar suara itu. Demikian dahsyatnya Allah swt mengabadikan semangat mereka. Semangat bukan semangat emosi tapi semangat kekuatan Illahi, semangat khusyu’.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Medan Badr, Nuzulul Quran dan demikian banyaknya kejadian kejadian yang terjadi di bulan ramadhan dan kita tidak ikut di dalam kemuliaan kemuliaan itu tapi ketika jiwa kita ikut maka kita termasuk diantara mereka. Maukah kita diantara mereka? tentunya dengan mencintai Ahlul Badr, kita akan tergolong bersama mereka di yaumal qiyamah. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari Rasul saw ditanya oleh Abu Dzar “ya Rasulullah suatu kelompok mencintai kelompok lainnya tapi tidak bisa menyusul dengan kehebatan amal perbuatan mereka”, Rasul saw menjawab :”seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. Maka kita mengadakan acara besok malam di Monas Insya Allah, Haul Ahlul Badr dan semoga dengan itu kita dikumpulkan bersama ahlul badr.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, hadirin hadirat bayangkan saat namaku dan namamu dipanggil kelak di yaumal qiyamah dan disaat itu kita akan melihat wajah wajah kita pun dipanggil oleh Allah satu persatu orang akan dipanggil, fulan bin fulan maju ke hadapan Allah, fulan bin fulan maju ke hadapan Allah. Kita akanmendengar danmelihat bagaimana agungnya wajah Ahlul Badr ketika dipanggil oleh oleh bagaimana terang benderangnya wajah mereka, sebagaimana firman Allah “wajah wajah mereka itu terang benderang menerangi mereka”. Hari dimana Allah tidak menghinakan Sang Nabi dan tidak menghinakan orang yang bersama beliau. Cahaya mereka menerangi mereka, bahkan mereka dinaungi oleh cahaya Allah Swt.

Kita berdoa kepada Allah, semoga Allah swt menerangi jiwa kita demi kemuliaan Ahlul Badr, demi cahaya Ahlul Badr, demi keshalihan dan ketaqwaan Ahlul Badr

Ya Rahman Ya Rahim, 313 nama nama agung yang paling Kau cintai dari umat ini kami bertawassul demi keagungan nama mulia mereka agar engkau jadikan limpahan kebahagiaan bagi kami dhahiran wa bathinan Ya Rahman Ya Rahim terangi hari hari kami dengan kebahagiaan, terangi jiwa kami dengan kesucian, terangi hari kami dengan keberkahan Ya Rahman Ya Rahim muliakan kami sebagai tamu yang termulia di bulan ramadhan, muliakan kami dengan kemuliaan laitulqadr, wahai Yang Maha Memiliki kemuliaan malam laitulqadr, Ya Rahman Ya Rahim Engkaulah Yang Maha Memiliki lailatulqadr, Engkaulah Yang Maha Memiliki malam mulia ini, Rabbiy malam ini kami meminta kepada Mu kemuliaan malam lailatulqadr, Ya Rahman Ya Rahim pastikan seluruh kami yang hadir mendapatkan kemuliaan lailatulqadr, kami meminta pada Mu Rabbiy, Ya Dzaljalali wal ikram agar Kau limpahkan kepada kami seribu kali lebih besar kemuliaan malam lailatulqadr hingga Kau jadikan setiap nafas kami Kau limpahkan kemuliaan lalatulqadr Ya Rahman Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Fakullu jami’an Laaillahailallah Laaillahailallah Laaillahailallah Laaillahailallah Muhammadurrasulullah. Insya Allah ta’ala minal aminin.

Hadirin hadirat kita memakmurkan esok malam Insya Allah kita doakan acara kita sukses, semoga Allah swt jadikan esok malam, malam bangkitnya kembali semangat ahlul badr di bumi Jakarta ini, semoga Allah swt kembali memberikan semangat dan anugerah khususnya kepada kita dengan segera Allah jadikan bumi Jakarta ini serambi Madinah Al Munawwarah, bumi yang paling banyak bershalwat dan berdzikir memanggil Nama Allah. Insya Allah kita akan berkumpul di monas esok malam dengan berdzikir Ya Allah sebanyak 1000X dan saya mohonkan kehadirannya sebelum pk. 21.00 WIB karena acara akan dimulai pk. 21.00 WIB.

Demikian hadirin hadirat hal yang perlu saya ralat, di malam selasa yang lalu ada ucapan yang saya salah ucap yaitu tentang haid. Wanita yang haid dan nifas di bulan ramadhan mengqadha puasanya dan yang tidak diqadha adalah sholatnya. Salah mengucapkan di malam selasa yang lalu. Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah swt memuliakan kita, keluarga kita dan ayahbunda kita dan segera Allah swt membenahi bumi Jakarta dan terus bumi Jakarta ini kita bentengi dengan lafdhul Jalallah dan keagungan Nama Allah swt dan semoga rahmat selalu terpencar pada muslimin.

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Sebesar – Besarnya Dosa Seorang Hamba

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللَّه، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَوْلُ الزُّورِ، أَوْ قَالَ، وَشَهَادَةُ الزُّوِ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Sebesar besar dosa adalah menyekutukan Allah, dan membunuh manusia, dan durhaka pada ayah bunda, dan ucapan jahat atau kesaksian jahat” (Shahih Bukhari)
Image Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Jalla wa Alla. Maha Agung kerajaan Nya, Maha Luhur Istana Nya dan kemuliaan Nya, Maha Megah istana istana yang disiapkan untuk hamba hamba Nya yang beriman. Istana istana yang dibangun dan kekal abadi untuk menyambut Ahlu Laailahailallah Muhammad Rasulullah (para muslimin). Untuk menyambut hamba hamba Nya, istana istana yang megah dan kekal telah dicipta dan dibangun atas Nama Cinta Allah kepada hamba hamba Nya.

Salah satu bukti cinta yang tertinggi dan salah satu anugerah yang melebihi segenap anugerah Allah ini adalah (Dia Allah swt sebagai) Samudera kelembutan di alam semesta ini yang selalu membasahi jiwa hamba hamba Nya dengan iman, yang membasahi hamba Nya dengan rahmat dan anugerah sepanjang waktu dan zaman. Allah Swt Yang Maha Tunggal dan Abadi, Maha Sempurna dan Luhur, Maha Bercahaya menerangi jiwa hamba hamba Nya dengan cahaya khusyu’, dengan cahaya sujud, dengan cahaya munajat hingga ketika cahaya itu terbit pada jiwa dan sanubari mereka maka tiada akan pernah berhenti indahnya bermunajat memanggil Nama Allah Swt.

Ingin dekat dengan Allah, ingin selalu dicintai oleh Allah, ingin selalu merindukan Allah dan selalu hari harinya dipenuhi dengan bayang bayang perjumpaan terindah dengan Allah Swt. Demikianlah jiwa jiwa yang mulia dan luhur, demikian sanubari yang dicintai dan dimanjakan Allah Swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita di malam hari ini yang masih menyaksikan indahnya kasih sayang Allah Swt dengan tuntunan Sang Nabi saw. Salah satu bentuk rahmat Allah Swt yang terbesar adalah kebangkitan Sayyidina Muhammad Saw yang dengan tuntunannya (Nabi saw) berlimpahlah kasih sayang Allah kepada hamba hamba Nya di masa umat ini. Dan demikian banyaknya hamba yang diampuni, demikian banyaknya hamba yang terangkat dari kegelapan menuju terang benderang dan keindahan. Sedemikian banyak nama yang sampai ke dalam surga, sedemikian banyak nama yang terangkat dari neraka, Sedemikian banyak kebahagiaan dan kemakmuran kekal sampai kepada mereka, Inilah bentuk rahmat Ilahi dengan kebangkitan Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Sampailah kita di malam hari ini dengan hadits agung dan tuntunan tertinggi dari semua tuntunan, bimbingan paling sempurna sepanjang waktu dan zaman. Tuntunan Muhammad Rasulullah Saw yang setiap ucapan ucapan beliau merupakan cahaya wahyu Ilahi, Yang merupakan setiap apa yang beliau ajarkan akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seraya bersabda dan sampailah sabda ini kepada kita Akbarul kabaair Al Isyraak billahi, Yang pertama adalah dosa yang paling besar yaitu menyekutukan Allah, Ketika seorang hamba menyembah selain Allah Swt maka itu adalah dosa yang paling besar. Durhaka kepada Allah karena pada hakekatnya tiada satu pun makhluk di alam terkecuali diciptakan Allah Swt. Dan tiada pencipta selain Allah Swt. Maka ketika hamba Nya mengakui ada Tuhan selain Allah Swt dan itu adalah sebesar besarnya dosa, Dan bentuk bentuk dari persekutuan kepada Allah Swt adalah mengakui adanya Tuhan yang disembah selain Allah,

Mengenai hal hal yang sering dituduhkan oleh sebagian saudara kita tentang pengagungan Sang Nabi saw dan pengangungan para ulama dan hal itu merupakan hal yang menduakan Allah Swt, tentunya hal itu pemahaman yang keliru, Karena mencintai Sang Nabi saw justru adalah bentuk kesempurnaan iman dan demikian mencintai para penerus beliau (Nabi saw) demikian memuliakan orang tua kita,

Satu satunya dosa yang tidak diampuni oleh Allah Swt adalah menduakan Allah Swt (menyekutukan Allah Swt). Yang dimaksud di dalam hadits itu bukan berarti orang yang menyembah selain Allah Swt itu tidak akan pernah mendapatkan pengampunan, Tentunya sudah pasti mendapatkan pengampunan jika bertaubat, Tapi yang dimaksud Allah Swt tidak akan memberikan pengampunan kepada hamba Nya seandainya ia tidak mau bertaubat. Beda dengan para pendosa lainnya, dosa mereka bisa dikikis dengan musibah atau dengan siksa kubur atau dengan siksa neraka tapi akhirnya mendapat pengampunan Allah Swt. Namun bagi yang menyekutukan Allah Swt tidak mendapat pengampunan Allah Swt terkecuali mereka bertaubat. Jika mereka bertaubat maka pengampunan Allah Swt sampai kepada mereka.

Yang kedua adalah qatlunnafs, yaitu membunuh. Membunuh seorang muslim dengan sengaja, bukan dengan tidak sengaja, maka ini adalah salah satu dari dosa yang paling besar, Dan ini adalah dosa yang paling besar nomor dua setelah menyekutukan Allah Swt.

Yang ketiga adalah ‘Uququl walidain, orang orang yang durhaka kepada ayah ibunya, Durhaka kepada salah satunya juga merupakan bentuk dari dosa durhaka kepada ayah atau ibunya.

Al Imam Ibn Hajar AlAsqalani di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘uququl walidain (durhaka kepada ayah dan bunda) bukanlah harus dengan menuruti atau harus mengikuti perintah ayah dan bunda, Boleh saja tidak taat pada ayah dan ibu tapi yang dilarang adalah mengecewakan dan menyakiti mereka. Jadi Al Imam Ibn Hajar menukil ucapan Imam Nawawi ra bahwa tidak semua perintah ayah dan ibu itu mutlak harus ditaati. Tetapi yang menjadi dosa besar adalah menyakiti mereka walaupun taat. Bisa saja seorang anak taat pada ayah dan ibunya tetapi dengan cara yang menyakiti, Ini termasuk kedalam durhaka pada ayah dan bunda.

Oleh sebab itu hadirin hadirat dijelaskan tidak taat kepada ayah dan ibu selama tidak menyakiti mereka bukan termasuk ke dalam durhaka kepada ayah dan bunda, Barangkali terkena dosa, Perintah tidak taat terkena dosa tapi bukan durhaka, Kalau durhaka adalah menyakiti perasaan mereka, Dan Rasul saw diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari juga memerintahkan bakti kepada ayah dan bunda walaupun mereka non muslim, Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika salah seorang istri beliau (Nabi saw) bertanya tentang pertanyaan “bagaimana jika seseorang didatangi oleh ayahnya yang masih musyrik? apakah boleh disambut?”, maka Rasul saw menjawab “boleh, sambut kedatangannya”. Demikian diperintahkan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw, karena apa? karena bakti kepada ayah dan bunda itu adalah rasa terima kasih atas jasa yang besar dari mereka yang telah melahirkan kita, membesarkan kita dan yang telah membimbing kita.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul saw meletakkan ganjaran bakti kepada kedua orangtua ini dalam satu tingkatan dengan jihad fisabilillah, Bahkan di dalam riwayat Shahih Bukhari bahwa bakti kepada kedua orangtua lebih besar dari jihad fisabilillah, Sebagaimana salah satu riwayat ketika salah seorang pemuda datang kepada Rasul saw seraya meminta izin untuk ikut berjihad dan Rasul saw bertanya “afiika abawaan?” apakah kau punya ayah ibu? Maka pemuda itu menjawab “ya punya”. Rasul saw bertanya lagi “kaifa taraktahuma?” bagaimana kau tinggalkan mereka, apakah ridho dengan keberangkatanmu atau tidak?, maka pemuda itu menjawab “taraktuhumma wa humma yabkiyaan” aku tinggalkan ayah bundaku dalam keadaan menangis, kecewa akan kepergianku. Maka Rasul saw menjawab “irja’ ilayhimaa fa adh hik humaa kama abkaitahumaa” fafiihimaljihad”, balik engkau pada ayah dan ibu, buat mereka tersenyum sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis. Sekarang engkau harus berusaha membuat mereka tersenyum dan senang. Dan di dalam perbuatan itu terdapat pahala jihad” Demikian indahnya bakti kepada ayah dan bunda yang Rasul saw padukan hal itu merupakan salah satu dari bentuk jihad fisabilillah.

Muncul banyak pertanyaan beberapa saudara saudara kita, pertanyaan muncul pada saya melalui email maupun website tentang kekecewaan atas perbuatan ayah atau ibunya, Ayahku buruk perbuatannya atau ibuku buruk perbuatannya, bagaimana? Apakah saya boleh membencinya?

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Tiada sepantasnya seorang anak mengecewakan atau menghina ayah dan ibunya walau ia seorang yang pendosa, misalnya. Sepantasnya seorang anak berkata “sebesar apapun kesalahanmu atau bagaimanapun orang membencimu, aku tetap anakmu yang akan tetap mencintaimu dan ingin engkau kembali kepada kemuliaan”. Demikian sepantasnya setiap anak. Orang lain mau mencaci ayahku, aku tidak akan mencaci ayahku sendiri. Aku akan cinta dan bakti pada ayahku sendiri, apapun perbuatannya. Jika ayah ataupun ibu perbuatannya adalah dosa besar tentunya mereka bukan tanggung jawab kita untuk mendidik mereka karena mereka mempunyai ayah dan bunda yang bertangung jawab. Dan Allah Swt Maha Menghakimi dan tiadalah kita diperintah untuk menghakimi ayah bunda kita ketika ayah ibu kita berbuat salah. Maka tegurlah dengan kelembutan dan kasih sayang atau jika tidak doakanlah sebanyak banyaknya dan dalam perbuatan itu adalah perbuatan jihad.

Karena apa? tadi hadits yang kita dengar Rasul saw berkata “sebagaimana kau buat mereka kecewa maka buat mereka gembira dan tersenyum.” Maksudnya apa? Jadikan mereka mencintai dan merelakan kepergianmu dalam jihad untuk pemuda tadi. Dalam perbuatan itu untuk membuat mereka yang awalnya benci perbuatan jihad fisabilillah sampai dengan cinta kepada jihad fisabilillah. Dan perbuatan itu adalah pahala jihad. Jadi kesimpulannya kita mengambil makna dari hadits ini jika kita mempunyai ayah atau ibu yang kurang baik perlakuannya dan kita berusaha membenahi dan mengembalikan mereka kepada kemuliaan dengan kelembutan, dengan kesopanan atau dengan doa dan munajat. Maka pada perbuatan itu terdapat pahala jihad.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Sungguh menyesal mereka kalau sudah kehilangan ayah ibunya tinggal penyesalan saja. Tidak bisa berbakti kepada ayah dan ibunya. Hati hati kepada ayah kita, jangan sampai kita membenci ayah kita ini, perbuatannya kasar, tidak suka dengan majelis atau lainnya. Ingat.., Disaat kita lahir ke muka bumi, belum ada teman, belum ada kekasih, belum ada siapapun. Ayah kita yang memeluk kita dan yang mengadzankan kita sambil menangis gembira atas kelahiran kita. Itu untuk Ayahanda kita dan lebih lebih lagi untuk Ibunda kita.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan yang keempat adalah wa Qauluzzuur, yaitu ucapan ucapan yang jahat, atau Aw syahadatuzzuur yaitu sumpah sumpah yang jahat. Maksudnya apa disini? perbuatan dan ucapan termasuk gunjingan, cacian ini semua tidak termasuk ke dalam ucapan yang jahat (Qauluzzuur) terkecuali sangat merugikan orang lain. Jadi kalau seandainya membicarakan orang adalah berdosa tapi bukan Qauluzzuur yg merupakan dosa terbesar diperingkat keempat, terkecuali kalau sudah betul betul menjebak orang itu agar celaka. Dan ucapan jahat ini lebih dekat daripada fitnah. Satu ucapan ucapan yang mencelakakan orang lain , ini salah satu dari dosa dosa besar.

Al Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari mencatat sekitar 70 dari dosa dosa besar. Ini yang dosa besar diantaranya tadi adalah orang yang menyekutukan Allah, orang yang membunuh, orang yang durhaka kepada ayah dan ibunya dan orang yang mengucapkan kalimat kalimat yang jahat. Ucapannya diucapkan untuk membuat orang lain menghina orang atau menjebak orang itu atau menipu orang itu, Ini disebut ucapan ucapan yang jahat.

Kalau syahadatuzzuur adalah sumpah yang membawa kejahatan bagi orang lain. Jadi sumpah palsu itu belum sampai ke tingkat sumpah yang jahat. Sumpah palsu kalau untuk dirinya sendiri, tidak kena dosa besar. Kalau sumpah yang jahat, misalnya orang yang tidak berzina “aku sumpah melihat ia berzina”. Nah ini sumpah yang jahat dan besar sekali dosanya dihadapan Allah Swt.
Jadi hati hati kalau kita berbicara misalnya lewat sms, lewat hubungan telepon atau dengan yang lainnya. Ucapan ucapan yang menjebak orang lain, memfitnah orang lain, mengadu domba orang lain. Apakah hal seperti ini disebut ucapan jahat? Ini adalah dosa yang sangat besar dan hati hati dengan perbuatan kita.

Sang Nabi saw memberikan tuntunan kepada kita, seindah indahnya tuntunan. Sehingga kita tahu mana ini yang dosa besar, mana dosa yang sangat dimurkai Allah Swt kita akan menghindarinya. Kalau seandainya demikian banyaknya dosa – dosa yang kita perbuat, bagaimana kita bisa menghindari semua dosa maka yang hanya mampu memberikan kekuatan adalah Allah Swt. Makin kuat iman dan cinta kita kepada Allah Swt, maka Allah Swt akan semakin mencabut sifat sifat buruk dari jiwa kita, dari ucapan kita, dari hari hari kita. Ya Allah Yang Maha Terang Benderang menerangi kehidupan dan budi pekerti hamba hamba Nya dengan tuntunan Nabiyyuna Muhammad Saw. Demikian hadirin mengenai hadits ini dan salah satu ibadah yang sangat besar pahalanya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad adalah bakti kepada ibu. Ketika Abdullah bin Umar ra didatangi seorang pendosa yang berkata “wahai ibn umar, aku ini selalu berbuat dosa tapi aku mau tobat dan mau menebus dosaku, aku harus beramal apa?”. Abdullah ibn Umar ra berkata “kau punya ibu?”, maka pemuda itu berkata “sudah wafat”. Dijawab oleh Abdullah ibn Umar “ya sudah kalau sudah wafat, kau perbanyak ibadah saja”. Ketika pemuda itu pergi, orang yang disebelah Ibn Umar bertanya “kenapa kau tadi tanya ibunya? Apa hubungannya ibu dengan dosa orang itu?”, maka Ibn Umar berkata “aku belum menemukan satu pahala yang bisa memupus dosa dosa melebihi dari menyenangkan ibunda sendiri”. Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah Swt.

Dan dijelaskan barangsiapa yang menginginkan keberkahan hidup, panjang umur dan rezki yang luas maka senangkanlah hati ibunya, Maka itu Allah akan bukakan baginya limpahan keberkahan,

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan disaat saat ini di bulan syawal yang diberkahi Allah Swt. Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim Rasul saw bersabda “barangsiapa yang berpuasa ramadhan lalu diikuti dengan 6 hari puasa di bulan syawal maka seakan – akan ia puasa setahun penuh”. Jadi puasa syawal 6 hari, yang berpuasa sepanjang tahun itu setelah puasa ramadhan maka baginya pahala seakan akan puasa setahun penuh (sepanjang tahun). Kenapa demikian hebatnya? demikian anugerah anugerah yang Allah limpahkan di bulan syawal. Bulan yang sangat berdekatan dengan bulan yang sangat dicintai oleh Allah yaitu bulan ramadhan.

Al Imam Nawawi rahimahullah didalam Syarah Nawawi ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa tidak disyaratkan puasa 6 syawal itu harus diawal. Tanggal 2 atau 3 syawal. Tanggal berapa saja, mau tanggal 6 hari di awal, 6 hari di tengah, 6 hari di akhir atau dipisah – pisah 1 hari dulu baru besok 2 hari, besoknya tidak puasa. Selama ia masih di bulan syawal, ia puasa 6 hari maka ia mendapatkan pahala itu dan tidak disyaratkan harus bersamaan. Mau di akhir sama saja. Namun Imam Nawawi ra mengatakan afdholnya adalah berpuasa di awal setelah hari 1 syawal atau setelah hari 2 syawal. Karena 1 syawal diharamkan berpuasa tentunya. Sebagaimana kita pahami.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Kemuliaan syawal dan Allah swt tidak menyisakan 1 detik pun terkecuali tersimpan padanya rahasia anugerah yang demikian dahsyatnya dan demikianlah tuntunan manusia yang paling berlemah lembut Sayyidina Muhammad Saw. Manusia yang paling berkasih sayang. Allah Swt sangat berkasih sayang kepada hamba – hamba Nya yang beriman dan beramal shalih dan Maha Pemaaf kepada para pendosa jika mereka mau meminta ampun dan maaf kepada Allah Swt. Maafnya Allah sangat luas dan demikian pula yang terlihat pada sosok Nabi Nya, Nabi Muhammad Saw.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari dikatakan seorang pemuda datang kepada Rasul saw dan berkata “wahai Rasul aku telah berbuat dosa sangat besar, aku minta hukuman”. Disaat yang sama iqamah shalat dan Rasul saw tidak menjawabnya. Beliau (Nabi saw) buang muka dari pemuda itu dan terus melaksanakan sholat jamaah. Sang pemuda menangis “aku datang untuk bertaubat pada Sang Nabi saw betapa jahatnya dosaku sampai Rasul tidak dengar ucapanku malah terus melakukan sholat saja”. Tidak dijawab “ya” atau bahkan ia minta hukuman. Maksudnya apa? agar terhapus dosa – dosanya. Selesai saja hukuman aku bisa tenang, maksudnya begitu. Ini minta hukuman atas dosa malah tidak dijawab oleh Rasul saw. Berarti aku ini betul – betul orang yang paling jahat, minta hukuman saja Rasul saw masih tidak perduli dan meneruskan sholatnya. Selesai sholat maka pemuda itu dipanggil oleh Rasul saw, wajahnya sudah sembab dengan airmata penuh kesedihan. Sepanjang sholat penuh tangisan, karena apa? ucapannya tidak diperdulikan oleh Rasul saw saat ia minta hukuman agar dosanya dihapus. Maka Rasul saw berkata “engkau tadi yang minta hukuman atas dosa dosamu..?”, ia berkata “benar ya Rasulullah”. Rasul saw menjawab “kau tadi sholat bersama kami sholat berjamaah?”, pemuda itu menjawab “benar ya Rasulullah”. Rasul saw menjawab “Allah swt sudah hapuskan dosa dosamu karena kau tadi ikut sholat berjamaah”.

Demikian indahnya budi pekerti Nabiyyuna Muhammad Saw. Orang datang minta dihukum karena dosa malah Rasul saw mendiamkannya. Maksudnya apa? agar ikut sholat berjamaah dulu, selesai sholat berjamaah Allah Swt mengampuni dosa dengan hadirnya seseorang dalam sholat berjamaah. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasul saw pasti sudah tahu tentang dosa orang itu karena Rasul saw tidak akan sembarangan mengatakan Allah sudah mengampuni dosamu, kalau Rasul saw tidaktahu betul kalau dosa itu benar sudah diampuni. Rasul saw sudah tahu dosa orang itu dan memang Allah sudah membenarkan taubatnya dan sudah menghapus dosanya. Dan di dalam riwayat itu juga tersimpan kemuliaan shalat berjamaah.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah Swt memuliakan hari hari kita, membenahi hari hari kita, Ya Rahman Ya Rahim telah kami lewati kemuliaan ramadhan, telah kami lewati kemuliaan Idul Fitri, jangan Kau lewatkan 1 butir pun kemuliaan itu kecuali Kau sampaikan kepada kami. Engkau beri kesembuhan yang sakit dari kami dan Kau beri kemudahan bagi yang ditimpa kesulitan diantara kami. Dan Kau kabulkan segenap hajat hajat kami.

Ya Rahman Ya Rahim Wahai Yang Maha Bercahaya siang dan malam menerangi hamba hamba Nya dengan kemudahan dan kebahagiaan, Wahai Nama Yang Maha Luhur melebihi indahnya segenap nama, Wahai Nama Yang Maha Abadi, Wahai Nama yang menyiapkan anugerah yang kekal dan abadi untuk hamba hamba Nya yang selalu bertaubat dan memanggil Nama Mu.

Hadirin – hadirat “Man ahabba syai’an katsura dzikrahu” barangsiapa yang mencintai sesuatu akan banyak banyak menyebutnya maka cintailah Allah, banyaklah menyebut Nama Allah”. Semoga Allah Swt memasukkan kita ke dalam kelompok orang orang yang mencintai Nya. Ya Rahman Ya Rahim terangi jiwa kami dan hari hari kami dengan cahaya kemudahan, dengan cahaya kebahagiaan. Jangan kecewakan hamba yang memanggil Nama Mu dan menyebut Nama Mu dan mengingat keindahan Mu.

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Dzaljalali wal ikram Ya dzaththauli wal in’am Allah Swt berfirman “ingatah kalian padaKu dan Aku akan mengingat kalian, sebutlah NamaKu dan Aku akan mengingat nama nama kalian” tapi ingatlah nama nama kami Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaththauli wal in’am terbitkan kebahagiaan bagi kami siang dan malam kami, hidup dan wafat kami Ya Rahman terbitkan matahari kebahagiaan yang tiada pernah padam, limpahi kami dengan kemakmuran, limpahi kami dengan cahaya iman aas muslimin muslimat dhahiran wa bathinan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Malam ahad yang akan datang kita akan mengadakan Tabligh Akbar Majelis Rasulullah Saw memperingati hari kejadian Perang Khandak yang terjadi di bulan syawal, dikenal juga sebagai perang ahzab. Kejadian ini di bulan syawal. Kita akan memperingatinya pada malam ahad (sabtu malam minggu) yang akan datang dan setelah itu kita akan berziarah ke makam Al Habib Husein Abi Bakar Alaydrus (luar batang). Mereka yang mempunyai waktu untuk hadir di Masjid Al Hasanain dan saya juga mohon pamit karena besok akan berangkat ke Manokwari, Irian Jaya. Daerah ini sebenarnya saya juga berat melangkah kesana karena medannya terlalu berat dan melihat kondisi saya juga tapi ini medan dakwah yang aling berat di seluruh Indonesia adalah hutan Irian. Memang wilayah yang akan dicapai adalah kota Manokwari, Transiki dan Bintuni yang untuk mencapainya butuh waktu 24 jam dengan mobil dari kota Manokwari. Cukup jauh juga medannya tidak bisa dilewati mobil terkecuali rusak, jeep jeep saja yang bisa lewat karena melewati hutan. Sangat jarang ulama yang menginjak tempat itu. Sebenarnya saya juga tidak berkenan karena sudah ada KH. Ahmad Baihaqi tapi tampaknya keadaan yang sangat genting antara muslimin yang terus ditndas dan butuh tuntunan tuntunan kedamaian maka insya Allah saya besok berangkat dan kembali pada hari Sabtu. Insya Allah dakwah ini menjadi sukses dan membawa berkah. Satu persatu kita dari Manokwari telah mendahului disana untuk shalat tarawih karena disana belum kenal shalat tarawih dan mereka juga memakmurkan masjid dengan takbiran karena jarang masjid disana dijadikan takbiran di malam Idul Fitri. Mereka diluar sana sudah menyiapkan, Insya Allah, Allah Swt akan munculkan hidayah dan kemuliaan di kota Manokwari ini. Rencana orang – orang non muslim kota Manokwari ini akan dijadikan kota injil karena tempat pertama masuknya kaum nasrani di Indonesia. Akan dijadikan kota Manokwari ini kota injil dan akan membangun 1 muasasah atau 1 pendidikan agama nasrani yang terbesar di Asia Tenggara. Jadi wilayah Manokwari terhimpit saudara – saudara kita muslimin muslimat. Semoga Allah Swt memberikan kekuatan dan pertolongan kepada muslimin muslimat di wilayah Manokwari, Irian Jaya. Demikian hadirin hadirat dan saya akan pulang jum’at sore Insya Allah dan akan hadir malam ahad yang akan datang di Masjid Al Hasanain untuk perayaan memperingati perang khandak dan juga kita doakan tamu kita Syekh Muhammad bin Abdullah dari Sidney, Australia agar Allah sukseskan wilayah itu dan beliau sudah berencana membeli gereja disana sampai saat ini masih belum tuntas. Semoga Allah Swt melimpahkan kemudahan dan keluasan sehingga dakwah makin luas di wilayah Sidney, Australia dengan muslimin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Seorang Muslim Adalah Saudara Muslim Lainnya

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, janganlah ia mendholimi saudaranya, dan jangan pula menyerahkannya pada musuh, dan selama ia memperhatikan kebutuhan saudaranya maka Allah swt memperhatikan kebutuhannya” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Alam Semesta, Maha Melimpahkan Anugerah kepada hamba hamba Nya dari zaman ke zaman, kebahagiaan dunia dan akhirat yang milik Allah, Rahmat dan Kesucian yang milik Allah, Surga yang kekal dan abadi yang milik Allah, Ditawarkan kepada hamba hamba Nya, disiapkan bagi mereka kemewahan yang kekal dan abadi, Ahluttaqwa, Orang orang yang mengikuti Sayyidina Muhammad Saw, orang orang yang akan bahagia dengan kebahagiaan yang kekal, para pengikut Muhammad Rasulullah saw.

Orang orang yang melewati ketenangan hidup dengan kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat adalah orang orang yang mengikuti Nabiyyuna Muhammad saw, Semakin ia berbuat hal hal yang disukai Allah, semakin Allah akan berbuat hal hal yang ia sukai, Semakin ia melakukan hal hal yang disenangi Allah, Allah akan selalu membolak balikkan keadaan hidupnya pada hal hal yang ia senangi, Demikian hadirin hadirat timbal balik dan balasan dari yang Maha Indah membalas perbuatan hamba hamba Nya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Semakin kau perindah hubunganmu dengan Allah, semakin Allah Swt memperbaiki keadaan kita, semakin Allah benahi hari hari kita dan semakin Allah melimpahkan keberkahan kepada kita.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Semakin kita perduli kepada saudara kita, semakin Allah perduli kepada kita. Mana buktinya? sebagaimana hadits yang kita baca tadi “al muslim akhul muslim“ (seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya). Bagaimana perbuatan kita terhadap saudara kita? ketika ia susah kita juga ikut susah, jika saudara kita lapar kita turut juga walaupun kenyang tidak merasa enak makannya karena ada saudara kita, saudara kandung kita yakni akhul muslim,

Berkata Rasul saw “muslim adalah saudara muslim lainnya”. Apa maksud kalimat ini? orang yang menjiwai dan mengamalkan kalimat ini maka ia menjadi penyebab kedamaian dan kesejahteraan di permukaan bumi. Ketika jiwanya menyatu dengan muslim lainnya,, menghormati mereka maka ia tidak akan mau melakukan hal hal yang merugikan saudara muslimnya. Diperjelas oleh Rasul saw “la yadlhlimuhu” (jangan berbuat dholim kepada saudaranya), Kita juga tidak akan tega kalau berbuat dholim kepada saudara kita sendiri, saudara kandung, Demikian Sang Nabi saw mengajarkan kepada kita berbuat kepada seluruh muslimin. “wa la yuslimuhu” (jangan pula membiarkan saudara muslimnya dicengkeram oleh musuh musuh). Dan semakin ia perduli kepada hajatnya, Allah tetap memperhatikan hajat, hajat orang itu. Semakin ia perduli kepada saudara muslimnya yang sedang sedih, yang sedang bermasalah, yang sedang susah. Semakin ia perduli dengan itu maka Allah pun semakin memperhatikan kebutuhannya. Semakin ia berbuat hal hal yang disukai saudaranya, Allah akan makin berbuat hal hal yang ia sukai.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt menyampaikan kepada kita tuntunan terindah Nabiyyuna Muhammad saw. Kita memahami bahwa hal yang paling banyak membahayakan dan menimpa saudara kita itu yang tadi dijelaskan oleh Ustadz Khairullah, bukan kemiskinan saja. Orang di zaman sekarang yang dipermasahkan kemiskinan terus dan kemiskinan, bagaimana mengangkat taraf hidup manusia. Banyak musibah, kemiskinan muncul dan Allah melihatnya sebagai kesalahan muslimin sendiri.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Beda dengan zaman Para Sahabat Ra, mereka tidak menginginkan kekayaan. Kalau mereka inginkan maka Allah limpahkan seluas luasnya. Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah. Bagi mereka yang membutuhkan harta dan keluasan, Allah Swt akan berikan selama ia mendekat kepada Allah Swt, memperindah hubungannya dengan Allah Swt dan Allah Swt akan memberikan hal hal yang membuat ia senang. Selama hal itu bukan dosa dan maksiat. Jadi jangan sampai kita berfikir, semakin aku taat semakin susah hidupku. Kalau aku bertaubat nanti aku disejajarkan dengan Para Sahabat maka hidupku miskin. Tidak demikian hadirin hadirat, karena Rasul saw juga mendoakan Sahabat agar kaya raya.

Dijelaskan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw mendoakan Sayyidina Anas bin Malik Ra “wahai Allah perbanyaklah hartanya dan keturunannya dan limpahi keberkahan bagi harta dan keturunannya”. Tapi kenapa sebagian besar Para Sahabat yang dijelaskan Guru kita tadi adalah orang yang miskin, karena mereka menginginkan hal itu. Karena di zaman mereka sudah ada Baitul Maal yang menampung daripada para fuqara. Mereka menginginkan dekat kepada Allah Swt dan memperbanyak ibadah dan memperbanyak puasa dan tidak boleh disibukkan dengan harta.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Jadi jangan sampai kita beranggapan kalau seandainya saya banyak ibadah nanti Allah Swt justru menyempitkan rezki saya. Justru tidak demikian, hal itu adalah bisikan syaitan. Allah Swt akan semakin luaskan keadaan hamba Nya terkecuali hamba Nya sendiri yang tidak menginginkannya. Ada hamba yang tidak ingin tinggal di kota maunya tinggal di desa tapi tetap ia terpaksa. Semakin seseorang memperindah hubungannya dengan Allah Swt maka Allah Swt akan berbuat apa apa yang ia sukai. Ada Para Sahabat Ra tidak menginginkan harta. Allah Swt tidak berikan pada mereka keluasan karena Allah Swt berbuat apa yang mereka sukai.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt mengabulkan doa doa, Sayyidina Umar bin Khattab Ra ingin mati syahid dan ingin wafatnya di Madinah Al Munawwarah maka Allah Swt wafatkan sebagai syahid di Madinah Al Munawwarah. Ada Sahabat Ra lain yang tidak berdoa demikian, wafatnya jauh dari Madinah Al Munawwarah walaupun hati mereka bersama Rasul saw dan Para Sahabat lainnya. Demikian hadirin hadirat semakin kita memperindah hubungan kita dengan Allah Swt, Allah Swt akan membuat apa apa yang kita inginkan diberi oleh Allah Swt. Allah Swt akan berbuat apa yang kita sukai di dunia dan di akhirat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Al Muslim akhul muslim (seorang muslim adalah saudara muslimnya sendiri). Kita lihat Sang Pembicara Nabiyyuna Muhammad Saw, orang yang paling mencintai seluruh muslimin. Kecintaan yang melebihi seluruh cinta. Cinta ayah dan ibu kepada anaknya tidak berani membela pendosa di hadapan Allah Swt di yaumal qiyamah. Cinta Sayyidina Muhammad Saw kepada umatnya (Nabi saw) membela dan meminta pengampunan bagi para pendosa disaat ayah dan ibu mundur atau kalau perlu tidak mengakui orang itu adalah anaknya, ketika anaknya seorang pendosa.

Nabiyyuna Muhammad Saw orang yang paling mencintai kita, tapi cintanya (Nabi saw) tidak terlihat di dunia tetapi terlihat jelas di yaumal qiyamah. Sehingga kelak semua orang di padang mahsyar mengakui bahwa betul ternyata tidak ada yang lebih perduli dan cinta kepadaku melebihi Sayyidina Muhammad Saw walaupun di dalam kehidupan dunia tidak jumpa. Kita tidak jumpa dengan Sang Nabi saw tapi airmata rindu beliau (Nabi saw) telah sampai kepada kita.

Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika Rasul saw mengeluarkan airmata “aku merindukan saudara saudaraku”, siapa mereka ya Rasulullah? Mereka yang hidup setelah aku wafat, mereka lebih senang duduk melihat aku (Nabi saw) daripada duduk di dalam pekerjaannya, di dalam keluarganya dan di dalam hartanya.

Kelompok kelompok seperti ini adalah kelompok kelompok yang dirindukan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw. Karena kita disini tidak melihat Rasulullah Saw, kita sudah tinggalkan keluarga kita di rumah, meninggalkan pekerjaan dan duduk disini. Disini tidak ada Rasulullah. Bagaimana kalau ada Rasul saw? barangkali dari kemarin atau dari seminggu yang lalu sudah penuh masjid ini dari banyaknya orang yang ingin melihat wajah Nabiyyuna Muhammad Saw. Ini menunjukkan kecintaan akan Sang Nabi saw dan beliau (Nabi saw) merindukan kelompok kelompok, merindukan berjumpa dengan wajah wajah ini. Inilah cinta yang semulia mulia cinta, inilah yang paling hakiki dan tidak pernah terputus. Sebagaimana riwayat lainnya ketika seseorang mencintai lainnya, berbuat sedikit saja yang menyinggung hatinya, putus dan sirna cintanya berubah menjadi kebencian.

Cinta Sang Nabi Saw sampai ke yaumal qiyamah. Adakah yang melebihi cintanya Sang Nabi saw kepada kita? Allah Allah Allah Swt yang menciptakan Nabiyyuna Muhammad saw dengan maksud untuk mencintai kita. Kenapa Sang Nabi saw mencintai kita sedemikian hebatnya? karena Allah Swt yang menciptakan demikian. Memang Allah Swt menghendaki engkau dicintai dan disayangi oleh Nabimu (Muhammad saw). Allah Swt yang memilih nama kita untuk muncul di umat ini dalam kelompok Sayyidina Muhammad Saw. Fulan bin fulan akan masuk ke dalam kelompok umat Ku yaitu Muhammad saw dan akan dicintai oleh Nabinya (Muhammad saw), cinta beliau (Nabi saw) kepada umatnya (Nabi saw). Maka berikut ujian yang tiada henti kepada Yang Maha Indah yang membuat kita dicintai dan selalu dalam naungan doa doa Muhammad Rasulullah saw.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw didatangi oleh beberapa Sahabat mengadu perbuatan salah seorang sahabat lainnya. Seorang sahabat itu berkata “aku kalau melihat istriku ada bersama laki laki lain maka akan kubunuh”. Para sahabat mengadu “ya Rasulullah sahabat itu sampai begitu marahnya”. Katanya kalau ada laki laki lain bersama istrinya akan ia bunuh dengan pedangnya. Rasul saw tersenyum seraya berkata “kalian memangnya kenapa? heran dengan cemburunya Sa’ad..?, Ra”. Kalian kenapa heran dengan cemburu dan cintanya. Rasul saw berkata “aku ini lebih pencemburu daripada Sa’ad ra”. Apa maksudnya? Rasul saw lebih mencintai umatnya daripada cinta Sa’ad kepada istrinya. Cintanya (Nabi saw) kepada umatnya (Muhamad saw) melebihi cintanya suami kepada istri atau cinta istri kepada suami atau cinta ibu kepada anaknya.

Diteruskan lagi oleh Rasul saw “dan Allah Swt lebih pencemburu daripada aku”. Allah Swt lebih mencintai kita daripada siapa – siapa yang lainnya. Rasul saw berkata “oleh sebab itu karena Allah pencemburu (cemburu itu kan datangnya dari cinta) maka Allah haramkan perbuatan buruk dan perbuatan jahat yang terlihat dan yang tidak terlihat”. Kenapa? karena ingin selalu dekat dengan hamba Nya. Tidak mau jauh dari hamba Nya, tidak mau hamba Nya terjerumus dan menjauh karena dosa. Oleh sebab itu Allah Swt haramkan perbuatan jahat dan perbuatan keji yang terlihat dan yang tidak terlihat. Karena apa?karena cinta Nya (Allah Swt).

Orang yang mencintai itu kan selalu ingin dekat, tidak ingin jauh dari yang ia cintai. Dilihat kekasihnya menjauh sedikit, tidak senang. Oleh sebab itu Allah Swt bukan mengatakan makruh perbuatan keji dan perbuatan dosa, tetapi haram. Kenapa? supaya hamba Nya ini tidak jauh dari Allah Swt, ingin selalu dekat dengan hamba Nya. Tidak ada yang lebih ingin dekat kepada kita selain Allah Swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Tidak ada yang lebih Pemaaf dari Allah Swt, tidak ada yang mengundang hamba Nya sampai 50 waktu setiap harinya melebihi Allah Swt. Cinta yang tidak bisa ternilai dan terbayangkan ingin jumpa 50X hamba Nya disuruh menghadap 50X sehari. Diberi keringanan sampai 5X tapi sama dengan 50X. Subhanallah!! Dari tidak inginnya Allah Swt jauh dari kita walaupun hamba Nya terjebak. Kalau seandainya yang ada keadilan bukan cinta, saat menjauh dihukum, berbuat dosa dihukum. Sekali berbuat maksiat dengan lidahnya, Allah Swt jadikan lidahnya terbakar misalnya namun tidak, ditawarkan Maaf Nya. Sudah menjauh namun dipanggil lagi kepada pintu Pengampunan Nya. Demikian cinta.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Yang dilanggar kalau berbuat dosa itu siapa? Kan Allah Swt yang disakiti perasaan Nya. Seseorang ketika cinta pada orang lain perasaannya disakiti makin ingin dekat atau makin ingin jauh. Kalau cintanya hanya sekedar cinta di mulut saja, makin orang yang dicintainya berbuat hal yang tidak disukai, ditinggal tidak mau lagi berteman. Hilang cintanya, berbeda dengan Allah semakin hamba Nya berbuat dosa semakin ditawarkan Maaf Nya. Masih ingin dekat dengan Ku wahai pendosa? Ku terima. Jalallahu Yang Maha Indah Menerangi hamba hamba Nya, beruntung jiwa yang merindukan Allah Swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan Rasul saw bersabda “tiada pula yang lebih menyukai udzur melebihi Allah Swt”. Udzur itu alasan, minta maaf sudah berbuat salah. Siapa? orang orang yang lain tidak senang, kalau salah saja ya salah saja, sudah tidak usah banyak alasan. Allah Swt menyukai Maaf dan Memaafkan. Oleh sebab itu diutuslah Sang Pembawa kabar baik, kabar gembira dan Sang Pembawa Peringatan yaitu Nabiyyuna Muhammad Saw. Supaya apa? supaya hamba Nya kenal dengan ajaran yang mendekatkan kita kepada Allah Swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dalam kehadiran di majelis ini tentunya, saya teringat saudara saudara kita di Manokwari, Irian Jaya. Sebenarnya saya tidak ingin mengulas ucapan ini tapi banyak permintaan karena sebagian dari saudara kita ingin dengar dari website mengenai dakwah di Papua, Irian Jaya. Alhamdulillah keberangkatan saya sampai pada hari Rabu dini hari yang keberangkatannya dari Jakarta Selasa malam. 4 jam perjalanan dengan pesawat dan perbedaan waktu disana adalah 2 jam WIT (Waktu Indonesia Timur) dan disambut dengan sambutan yang sangat hangat di kota Manokwari oleh para pemuda kita lalu meneruskan perjalanan menuju Ransiki, 100 km dari kota Manokwari selama 3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan yang selalu saya saksikan adalah hal yang sangat menyesakkan hati, selalu yang dilihat tidak pernah ada yang spanduk, iklan atau lainnya terkecuali baleho besar, spanduk besar ada di setiap tikungan jalan bertuliskan “Manokwari Kota Injil”. Padahal Manokwari belum diresmikan sebagai Kota Injil, cuma mereka saja mengada ada. Besar sekali balihonya, disetiap tikungan jalan ada pemandangan itu lagi.

Saya bertanya kepada yang bersama kita, penduduk setempat “ini muslimin disini berapa persen persentasenya?”. Ia mengatakan di propinsi Irian Barat ini sekitar 40% : 60% perbedaannya. 40% muslimin, Subhanallah!! Lalu dimana muslimin ini, saya belum melihat satu orang pun yang pakai peci maupun wanita yang memakai jilbab sepanjang jalan 100 km. Memang jalan disana sangat sepi, dalam 15 menit, 20 menit baru bertemu motor atau mobil lainnya. Sepi sekali, memang daerah yang paling jauh daripada Ibukota negaranya (Jakarta), paling jauh tentunya Papua. Sampai disana hadirin hadirat jiwa saya terus teriris, dimana wajah wajah muslimin, aku ingin lihat wajah umat Sayyidina Muhammad Saw. Saudaraku, saudara kita ingin lihat wajahnya. Sedari tadi baleho dan spanduk yang mencekik kita dengan ucapan “Manokwari Kota Injil”.

Dimana muslimin? hampir beberapa kilometer lagi sampai di wilayah Ransiki, saya lihat beberapa pemuda di pinggir jalan membawa bendera, tidak terlihat pakai peci atau tidak karena pakai helm, bendera apa lagi. Ternyata setelah dekat bendera Majelis Rasulullah Saw. Saya kira saya mimpi, di wilayah Papua, Irian Jaya ada bendera Majelis Rasulullah Saw kapan sampai disini. Ternyata pemuda pemuda kita membuka helmnya dengan mengenakan peci putih, mereka di wilayah Ransiki. Santri santri yang sering hadir di majelis kita setiap malam selasa. 20 orang memang sedang pulang kampung kesana. Mereka menyambut kedatangan kita, tidak lama kemudian disusul dengan beberapa motor dengan bendera Majelis Rasulullah Saw dan bendera kalimat Tauhid diikuti mobil mobil lainnya dengan Rebana Thola’al Badru Alaina di tengah hutan. Kami terus berjalan arak arakan sampai di kota Ransiki dan demikian dahsyatnya sambutan muslimin di kota itu walaupun disitu ada juga yang bukan muslim.

Tapi sambutan muslimin sangat hangat, siapa mereka? Ayah ayah dan keluarga daripada santri santri kita yang dari Manokwari, Irian Jaya. Subhanallah!! Anak anak belasan tahun itu disana ternyata berdakwah sebagaimana doa kita setiap kali mereka maju untuk membaca Alqur’an semoga kembali membawa hidayah dan kemenangan. Demikian doa kita untuk mereka dan doa itu diijabah oleh Allah Swt. Sampai diantara Ayah mereka berkata “ini anak kami tidak boleh pulang lagi ke Jakarta”, kenapa tidak boleh? karena ia jadi imam di salah satu kampung disini. Saya berkata “biarkan orang lain yang jadi imam”, mereka berkata wilayah kampung itu baru masuk islam dan tidak ada yang bisa shalat. Mereka ingin shalat tidak ada yang mengajari shalat, mereka belum bisa shalat sendiri, belum tahu dhuhur berapa raka’at, ashar berapa raka’at, berapa banyak duduk, berdiri dan bersujud. Harus diimami, jadi kalau anak itu sakit tidak ada yang shalat di kampung ini, kalau ia pulang di kampung ini tidak ada lagi shalat. Subhanallah!!.

Di Jakarta kaki kita saling sikut, saling gesek antar majelis taklim. Disana orang mau shalat tidak ada yang mengajari. Satu kampung mau shalat tidak ada yang mengajari. Ada yang sudah belasan tahun mengenal islam dan pernah dengar tentang shalat tapi tidak ada yang mengajarinya. Kenapa? tidak ada ulama disana, sangat sedikit. Tentunya kita tahu Irian Jaya pulau terbesar dari seluruh Indonesia bahwa pulaunya paling besar adalah Irian Jaya. Ulama disana sangat sedikit dan jarak tempuhnya sulit dijangkau kendaraan disana karena kondisi jalannya sangat buruk. Satu musholla saya kunjungi, mereka berkata “ini musholla radius puluhan kilometer cuma hanya ada satu mushollah ini. Jangankan masjid, musholla itu hanya satu saja.

Jadi kalau kita mau ke musholla harus jalan berjam jam untuk sampai ke musholla itu. Itu hanya satu musholla saja, di sekian belas kampung di sekitarnya. Demikian keadaan muslim disana hadirin hadirat dan saya hadir di mushollah itu mendoakan mereka. Menjaga musholla itu lebih daripada menjaga rumah mereka.

Perjalanan diteruskan ke Bintuni, 200 km dari Ransiki atau 300 km dari Manokwari. 12 jam perjalanan, karena kondisi jalan yang sangat buruk tidak bisa dilewati kecuali mobil mobil tinggi, jeep dan lainnya. Sampai disana sambutan yang sangat mengesankan. Ketika saya keluar mereka sudah menyambut dengan ratusan muslimin muslimat diluar memegang bendera bendera menyambut kita dan saat saya kelaur mereka menangis, ada yang bertakbir, ada yang menjerit. Kenapa ini? mereka berkata “kami sejak dulu hanya mendengar dari datuk datuk kami tentang Para ulama, Para Habaib dan kami belum pernah kedatangan satu pun Habib di kota Bintuni. Ratusan tahun kami cuma dengar dari kakek kakek kami saja. Bahkan ada seorang ibu tua melihat pakaian ini, ia menangis dan berkata “dulu saya lihat kakek saya berpakaian seperti ini, sejak itu tidak ada lagi yang berpakaian seperti ini”, sudah lama ratusan tahun yang silam.

Bintuni dimasuki islam abad ke 16 Masehi. Demikian dahsyatnya cinta dan rindu mereka kepad para ulama dan demikian sangat menyedihkan keadaan mereka saudara saudara kita. Diantara keluh kesah mereka yang demikian polos mereka berkata “kami ini Propinsi Papua tidak mau ikut Republik Indonesia terkecuali karena kami tahu Republik Indonesia itu muslim”. Kami tidak mau bersama Portugis, kami ingin bersama Republik Indonesia karena muslim. Tapi setelah kami jadi saudara sebangsa mereka, kami yang paling dikucilkan. Demikian penyampaian mereka. Mereka berkata dari mana kami harus belajar islam, tidak ada yang mengajari kami. Kami belajar agama islam hanya dari televisi dan itu cuma satu satunya yang membuat kami mengenal islam. Padahal tidak semua dari kami yang wilayahnya ada listrik. Listrik saja sulit disana apalagi televisi. Radio tidak ada sinyal pun sangat sulit.

Sampai mereka berkata kami dengar dari saudara saudara kami yang punya televisi bahwa orang orang di Jakarta mengirimkan hartanya untuk Palestina, untuk Bosnia. Kenapa mereka kirim ke tempat yang jauh, kami saudara sebangsa tidak mampu membangun mushola dan tidak bisa melakukan shalat karena tidak ada yang mengajarinya. Demikian sanggahan sanggahan dan keluhan mereka. Saudara saudara kita di wilayah Irian Barat. Setelah saya meninggalkan Bintuni dan tentunya kita mengambil beberapa santri untuk kembali lagi kesini. Sudah dari Ransiki dan 10 santri yang kita ambil dari Bintuni lagi.

Ditengah perjalanan di malam hari, saya meriang karena sedih juga mengingat keadaan yang sedemikian menyedihkan dan sangat mengharukan. Ketika saya tertidur saya bermimpi berjumpa dengan seorang pemuda seusia saya. Pemuda dengan pakaian putih putih dan ia berkata “saya berdakwah disini, lewat ditempat ini, dan saya dikejar kejar disini dan saya dibunuh disini”. Ketika saya bangun, saya melihat ternyata tempat yang dimimpikan itu adalah rimba belantara, ia berkata “saya mati dibunuh disini”. Kuburnya tidak dikenali orang, Subhanallah!! Inilah perjuangan para Da’i terdahulu.

Abad ke 16 M, bagaimana keadaan Irian, bagaimana sulitnya menembus tempat itu demi menyampaikan cita cita dan tugas Nabiyyuna Muhammad Saw.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Hampir saya berfikir, saya akan meninggalkan Jakarta dan terus berdomisili di Irian Barat karena tidak tahan melihat yang disini Jakarta sudah banyak Da’i sedangkan disana belum. Tapi setelah saya fikir fikir tentunya lebih baik kita mengambil santri santri itu dan mendidiknya disini dan kembali kesana dan dididik lagi lalu kembalilagi kesana hal itu lebih baik.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan tentunya setelah saya meninggalkan Papua, Irian Barat saya bermunajat dan tentunya kita juga bermunajat bahwa sekarang kita melihat pamflet pamflet, spanduk spanduk Papua atau Manokwari Kota Injil kita bermunajat akan dating waktunya Irian Barat menjadi kota Sayyidina Muhammad Saw, Irian Barat sebagai wilayah Nabiyyuna Muhammad Saw. Kita makmurkan wilayah Jakarta bukan berarti kita memikirkan Irian Barat saja, Jakarta juga perlu dibenahi, saudara kita yang masih narkoba, saudara kita yang masih mabuk, saudara dan teman yang masih tidak mau shalat dan semua adalah lading jihad kita ntuk menuntun mereka pada kemuliaan, kembalikan mereka kepada hidayah.

Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan kemakmuran bagi muslimin muslimat di wilayah Jakarta, di wilayah Irian Barat dan diseluruh wilayah muslimin. Ya Rahman Ya Rahim kami berdoa untuk saudara saudara kami di Papua, Irian Barat dukung mereka Rabbiy Rabbiy tolong perjuangan mereka, tolong beri apa apa yang mereka inginkan, limpahkan keluasan bagi mereka, semoga Allah Swt limpahkan hidayah bagi mereka yang menyembah selain Mu.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Djaljalali wal ikram jadikan wilayah itu wilayah Sayyidina Nabi Muhammad Saw, bangkitkan kekuatan muslimin muslimat. Ya Rahman Ya Rahim datangkanlah terus santri santri dari putra putri mereka ke Jakarta dan yang akan kembali ke wilayah mereka membawa hidayah, membawa syari’ah, membawa islam, membawa dakwah. Mengenalkan shalat, mengenalkan tarawih, mengenalkan takbir, mengenalkan puasa ramadhan,

Faquuluuu (ucapkanlah) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Rasulullah saw Beristighfar Lebih Dari 70 Kali Setiap Hari

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، فِي الْيَوْمِ، أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw :
“Demi Allah, Sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Nya pada tiap harinya lebih dari tujuh puluh kali” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Alam Semesta, Maha Agung dan Maha Luhur, Maha Abadi dan Maha Sempurna, Maha Memuliakan hamba hamba Nya dengan tuntunan Para Nabi dan Rasul Nya,. (Dialah Allah) Nama yang paling berhak diagungkan dari semua Nama, Nama yang mengawali segala kesucian dalam kehidupan, Nama Termulia dan Kekal Abadi, Barang siapa yang menyebut Nama-Nya (Allah Swt), semakin dekat kehadirat Allah, berjatuhanlah dosa-dosanya, terbukalah bagi kehidupannya pintu kedekatan kehadirat Allah Jalla wa Alla. Termuliakanlah hamba hamba Nya yang ingin dekat kepada Allah.

Hadirin hadirat, sambutan yang hangat dari Maha Raja Langit dan Bumi (Allah Swt) terhadap hamba hambaNya, Mereka yang ingin dekat kepada Allah, walaupun mereka pendosa, walaupun mereka pezina, walaupun mereka pembuat dosa dosa besar, tidak tertutup pintu Rabbul Alamin bagi mereka untuk ingin dekat kepada Allah, Demikianlah Sang Maha Pemurah dan Sang Maha Dermawan yang membuka pintu Nya bagi semua yang berbuat kesalahan untuk kembali dekat dan dicintai dan dimuliakan, Demikianlah sambutan hangat dari Yang Maha Baik dan Maha Dermawan, Allah Jalla wa Alaa (Jalla wa alaa = Maha Megah dan Maha Luhur).

Demikianlah hadirin hadirat, Dialah (Allah Swt) Yang Paling Indah, yang seluruh keindahan di alam semesta bersumber dari keindahan Allah. Yang cahaya matahari, bulan dan seluruh bintang bintang diambil dari Cahaya Keindahan Allah, Kalau kita memahami Allah itu Maha Indah, Maha Mengawali Keindahan di Alam, maka ketika kita mengingat bahwa dekat kepada Allah, mencintai Allah maka Allah akan membenahi kehidupan kita semakin indah dan kita akan menemui keindahan yang abadi.

Kehidupan dunia selalu ada hal hal yang tidak mengenakkan kita, karena memang Allah ciptakan demikian. Kalau kami jadikan kenikmatan dunia itu seluruhnya indah kata Allah “mereka tidak akan mau meninggalkan dunia”. (Firman Nya : “Kalau Allah luaskan seluas luasnya rizki hamba hamba Nya dibumi, maka mereka akan betah di dunia, maka Allah turunkan dengan kadar batas yg dikehendaki Nya” QS Assyuura 27), Memang Allah jadikan kehidupan dunia itu ada hal hal yang mengecewakan. Supaya apa? supaya mereka memahami ini hanya kehidupan yang sementara, akan muncul kehidupan yang kekal dan abadi.

Oleh sebab itulah hadirin hadirat, dibangkitkan Para Nabi dan Rasul sampai Nabi yang membawa Rahmat dan Kesempurnaan Akhlaq, dialah Sayyidina Muhammad Saw. “aku dibangkitkan untuk menyempurnakan kesempurnaan akhlaq”, didukung oleh hadits Shahih, riwayat Shahih Bukhari “manusia yang terbaik adalah yang paling baik akhlaqnya”. Maka jika budi pekerti kita perbaiki untuk semakin baik, pada teman, pada Ayah dan Ibu, pada saudara, pada kerabat, pada tetangga, pada masyarakat, pada muslim, pada non muslim bahkan pada musuh. Itu namanya mewarisi indahnya akhlaq Nabiyyuna Muhammad Saw yang berakhlaq kepada seluruh makhluknya Allah. Berakhlaq kepada siapapun bahkan kepada hewan dan makanan. Sampai makanan pun beliau tidak mau untuk kecuali berbuat budi pekerti yang indah.

Pada makanan (beliau) tidak mau mencaci, bila suka dimakan, bila tidak suka dibiarkan. Beliau (Nabi Saw) tidak mau mencaci makanan, padahal makanan ini hadirin hadirat bukan manusia tetapi demikianlah sempurnanya akhlaq yang dikatakan oleh Allah Swt. : “Sungguh engkau (wahai Muhammad memiliki akhlak yg agung” (QS Alqalam 4) Oleh sebab itu sambungkan jiwa kita kepada kesempurnaan akhlaq. Sulit rasanya kita membenahi akhlaq kita. Pintu pintu kesucian didalam jiwa bukalah, Apa itu pintu pintu kesucian? Mengingat Allah, mengingat Yang Maha Suci, menyebut Yang Maha Suci, Mengagungkan Allah, Merindukan Allah. Inilah yang akan membenahi jiwa kita dari segala sifat sifat yang tidak baik.

Hadirin hadirat bisa dibuktikan, ketika engkau mengingat perjumpaan dengan Allah, muncul kerinduan kepada Yang Maha Indah. Ketika engkau asyik dalam mengingat Allah itu, setelah itu berhenti. Di hatimu tidak akan ada benci pada siapapun, di hatimu tidak ada permusuhan, tidak ada sombong, tidak ada riya, tidak ada penyakit lagi. Sirna!! Kemana? hilang karena munculnya Cahaya Allah di dalam jiwa. Tapi ketika cahaya itu pudar, muncul lagi sifat sifat buruk,
maka perbanyaklah dzikrullah terutama melewati keadaan zaman yang semakin hari semakin berat. Semakin dibutuhkan jiwa yang suci dengan Nama Allah Swt dan Allah Swt tidak pernah mengecewakan hamba hamba Nya yang ingin bertaubat selalu diterima oleh Allah Swt.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw bercerita tentang seseorang yang belum pernah berbuat amal shalih seumur hidupnya. Sudah sampai sakaratul mautnya dekat, sudah punya anak dan istri baru sadar. Maka apa yang diperbuatnya? Menyesal! Mau taubat sudah tidak berdaya, sudah sakit parah. Maka ia panggil anak dan istrinya (ini Rasul saw bercerita, berarti dari Bani Israil, dari umat sebelumnya). Demikian riwayat Shahih Bukhari. Ia panggil anaknya dan istrinya, “anakku, istriku kalau aku wafat jangan dikafani, jangan dimandikan namun bakar. Setengah tubuhku buang di daratan dan setengahnya buang di lautan”. Bertanya istri dan anaknya “kenapa Ayah?”, sang Ayah menjawab “tubuhku ini tidak pantas dikafani, penuh dosa, tidak pantas dimakamkan sebagaimana orang yang beriman. Malu aku kalau seandainya tubuh penuh dosa dan kotor ini diperlakukan seperti jenazah orang mukmin”.

Hal seperti ini hadirin, bukan untuk diikuti karena ini syariah sebelum kita. Sesudah zaman Nabi saw, semua jenazah muslim hendaknya dikafani dan dimakamkan layaknya seorang muslim. Cuma ini adalah hikmah.

Maka diikutilah oleh anak dan istrinya wasiat sang Ayah, Setelah wafat ruhnya dipanggil oleh Allah, Allah Swt bertanya “Wahai hamba Ku, kenapa kau berbuat demikian?”, hamba ini menjawab “Ya Rabb, tubuh penuh dosa ini aku ingin taubat, belum sempat untuk beramal shalih. Aku menyesal atas seluruh kesalahanku, aku telah salah berbuat kepada Mu, tubuh ini rasanya tidak pantas diperbuat seperti tubuh orang yang beriman”. Allah menjawab “lalu kenapa kau habiskan tubuhmu dengan cara seperti itu? kau wasiatkan seperti itu?”. Hamba itu menjawab “karena aku takut pada Mu, Wahai Allah, aku risau mengecewakan Perasaan Mu dan memancing Kemurkaan Mu”.

Maka Rasul saw berkata “Allah mengampuni orang itu”. Kenapa? masih sempat taubat disaat saat akhir sakaratul maut. Demikian Rabbul Alamin memanjakan hamba hamba Nya yang ingin bertaubat. Sudah di akhir masih dimuliakan oleh Allah Swt. Bagaimana kalau yang masih segar bugar? bagaimana kalau yang masih baik? bagaimana kalau yang masih sehat wal afiah? Tentunya lebih agung lagi sambutan Illahi untuk mereka, lebih hangat lagi kasih sayang Allah dan keberkahan yang akan mereka lewati dalam sisa kehidupannya. Karena sisa kehidupannya terbuka bagi mereka Pintu Rahmat yang lebih luas, keberkahan yang lebih luas, cinta Allah lebih besar membuat hari harinya semakin indah.

Hadirin hadirat, kita bertanya barangkali ada diantara kita “saya tidak banyak berbuat dosa dosa besar, apakah perlu taubat dan istighfar?, Hadits yang baru saja kita baca, sabda Rasulullah saw. (padahal) Siapa beliau? (Nabi saw) adalah orang yang tidak pernah berbuat dosa (ma’shum), tidak ada dosa besar tidak ada dosa kecil.

Beliau saw bersabda “Wallahi inniy la astaghfirullah wa atubu ilaihi fil yaumi, aktsar min sab’in marrah”. Sungguh Demi Allah, aku (Nabi saw) beristighfar kepada Allah mohon ampunan dosa setiap hari dan bertaubat setiap hari lebih dari 70X.

Ini manusia yang paling sempurna akhlaqnya kepada Allah Swt. Beliau (Nabi saw) tidak pernah berbuat dosa tapi ingin berada dikelompok orang orang yang bertaubat. Kenapa? karena Firman Allah Swt “Allah itu mencintai orang orang yang bertaubat dan Allah Swt mencintai orang yang suka mensucikan diri” (QS Albaqarah 222), dengan istighfar dan taubat, itulah puncak kesucian antara makhluk dan Al Khaliq.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
(Sabda Nabi saw :) Allah itu Indah dan Menyukai yang indah indah, dan juga tidak menerima terkecuali yang indah, Apa maksudnya? Allah itu menyukai yang indah. Apa yang indah di Mata Allah? Tidak ada yang lebih indah daripada tuntunan Nabiyyuna Muhammad Saw. Tuntunan kebenaran inilah yang indah di sisi Allah, Allah itu Maha Indah, menyukai yang indah indah dan tidak mau terima kecuali yang indah. Maksudnya apa? Allah tidak mau terima kalau ajaran daripada mereka yang diluar daripada ajaran Allah. Mereka yang mengaku Nabi, mereka yang mengaku Tuhan lain, hal seperti itu tidak diterima. Indah di mata manusia namun tidak indah di Mata Allah. Yang Indah di Mata Allah adalah yang diajarkan oleh Allah Swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan (Mukasyifatul quluub oleh Hujjatul Islam AL Imam Ghazali) tentang indahnya seseorang yang bertaubat kepada Allah Swt. Ketika seorang maju ke hadapan Allah, lantas diputuskan baginya neraka karena dosanya lebih banyak daripada pahalanya. Ia harus kembali kepada tempat para pendosa, disucikan dahulu melewati pencucian yaitu api neraka. Kalau ia mempunyai pahala berarti ia seorang muslim. Harus lewat neraka dulu baru bisa sampai ke surga. Sampai di pintu neraka, sehelai bulu matanya menjerit kepada Allah “Ya Rabb, aku ini pernah terbasahi air mata taubat dari hamba ini, Kau sudah janjikan kepada Nabi Mu (Nabi saw) bahwa Kau tidak akan meng-azab mata yang menangis taubat untuk Mu. Saat mengingat Mu, aku ini terkena basahan air matanya, aku tidak mau masuk neraka”, kata sehelai bulu matanya. Maka Allah Swt menyelamatkan bulu mata dari tubuhnya, selamat ia dari api neraka.

Maka berkatalah Jibril as “fulan bin fulan ini selamat karena sehelai bulu matanya yang berdoa kepada Allah”. Kita lihat, sehelai bulu mata bisa berdoa, kalau bukan kehendak Allah, tidak bisa! Allah ingin menyelamatkan hamba itu maka berdoalah sehelai bulu matanya dengan izin Allah.

Hadits ini diperkuat riwayat Shahih Bukhari “satu kelompok yang tidak akan disiksa oleh Allah adalah orang yang ketika mengingat Allah, mengalirlah air matanya”. Orang seperti ini di Naungi (dilindungi) oleh Allah di hari tidak ada naungan (perlindungan), selain Naungan (perlindungan) Allah.

Hadirin hadirat, demikian indahnya Allah memanjakan mereka yang mengingat Nya (Allah Swt), yang mensucikan dirinya dengan mengingat Allah hingga air matanya mengalir ketika menyebut Nama Allah Swt. Inilah yang mesti kita hidupkan kembali.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Para Imam iman kita yang terdahulu, mereka adalah Ahlul Shalah (orang orang yg banyak berbuat baik), .bukan berarti seseorang yang memilik iman yang tegas itu tidak boleh menangis. Zaman sekarang orang berkata “kalau banyak menangis adalah seorang penakut atau orang yang berjiwa lemah”. Tidak juga. Siapa orang yang paling terkenal tegas di dalam Syariatul Muthaharah (Syariatul Muthahharah = ajaran syariah yg suci) adalah Sayyidina Umar bin Khattab ra. Paling terkenal tegas, paling ditakuti oleh Para Sahabat di masanya. Tegas!! Tapi ternyata beliau itu paling banyak menangis. Hingga diriwayatkan di dalam Syi’bul Iman oleh Imam Al Baihaqi dijelaskan bahwa “pada wajah Sayyidina Umar bin Khattab ra terdapat 2 garis hitam di kedua pipinya”. Garis membekas karena selalu mengeluarkan air mata tangis, ini di wajah Ammirul Mukminin Sayyiidna Umar bin Khattab ra. Menunjukkan orang yang tegas pada umat ini bukan orang yang berjiwa keras, bukan orang yang berjiwa bengis. Tapi orang yang berjiwa rahmat bahkan sangat banyak menangis. Demikian keadaan mereka, di siang hari dalam tugas dan dimalam hari dalam tangis dan munajat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Sering seringlah halalkan air matamu mengalir untuk mengingat Nama Allah dan jagalah panca indera kita semampunya. Jangan mengkhianati Sang Pemberinya (Allah Swt). Panca indera kita ini jangan dijadikan sebagai perantara atas hal hal yang tidak disenangi oleh Sang Pemiliknya (Allah Jalla wa Alla). Ini hadirin Majikan kita Yang Maha Tunggal, Yang Maha Abadi. Kalau kita berbuat kepada manusia, majikan kita seperti ini sudah diusir kita. Kita berbuat kepada majikan kita seperti berbuat kepada Allah, habislah kita. Allah Swt memerintah, kita berpaling dari perintah Nya di hadapan Nya. Coba kalau majikan kita, lantas kita keluar dari perintahnya dan lantas membantahnya, bukan sekali namun terus berkali kali. Dalam satu hari sejak terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, berapa kali kita menyalahi perintah Allah Swt?

Lalu apa? Latar belakang daripada semua ini yang diperbuat Allah. Ia (Allah Swt) tidak mencabut kenikmatan Nya, Ia (Allah Swt) tidak mengangkat dan melemparkan kita ke dalam api neraka. Allah bersabar menanti taubat kita, menanti istighfar kita sampai detik detik terakhir sakaratul maut kita. Allah menunggu bukan 1 atau 2 menit, berjam jam, berhari hari mungkin bertahun tahun. Demikian indahnya Yang Maha Indah (Allah Swt).

Hadirin hadirat, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw duduk bersama para sahabat tercium bau yang sangat busuk. Para sahabat bertanya “bau apa ini? busuk sekali”, Rasul saw berkata “kalau mau tahu inilah bau busuknya orang yang suka mengumpat orang orang yang beriman, ini bau busuknya..”. Juga riwayat lain dalam riwayat yang tsigah, ketika Sayyidatuna Aisyah ra mengucapkan satu kalimat yang menghina salah seorang wanita lain maka berkata Rasul saw “kalimatmu ini kalau ditumpahkan di lautan berubahlah warnanya dan buruk baunya”. Kenapa? karena mengumpat orang orang yang beriman, orang orang muslim.

Maka jagalah hati kita. Bagaimana kalau sudah terlanjur membicarakan aib orang lain? doakan saja, Insya Allah dengan doa itu bisa menutupi kesalahan kita. Kalau ditagih nanti di hari kiamat, bisa dibalas dengan doanya. Bagaimana? Rasul saw mengajarkan. Ketika Rasul saw berdoa, doa ini diajarkan kepada para sahabat ra. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari “Wahai Allah siapapun yang pernah ku caci jadikan caciannya itu membuatnya semakin dekat kepada Mu di hari kiamat”.

Hadirin orang yang sudah kau caci, doakan. Jika tidak hafal bahasa arabnya, pakai hati kita, pakai lidah kita, kita berdoa kepada Allah Swt “Siapapun Rabbiy yang pernah ku caci maki sebelum ini, jadikan ia semakin dekat kepada Allah”. Hadirin inilah indahnya jiwa Nabiyyuna Muhammad Saw. dan Rasul saw juga bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, agar kita selalu membenahi hari hari kita dengan kalimat Laillahailallah.

Rasul saw bersabda “Allah sudah haramkan api neraka untuk orang yang mengucap Lailahailallah untuk mencari keridhoan Allah”. Kenapa? karena kita sudah tahu, semua yang tidak menyembah selain Allah, kita tidak mengakui ada Tuhan selain Allah.

Akan tetapi hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Ucapan itu memperbaharui hubungan kita dengan Allah. Sebagaimana misalnya kita bicara dengan ibu kita, ini sudah tahu ini ibunda kita, bukan orang lain. Tapi kalau kita berkata “Wahai Ibu, kau adalah ibuku, kau adalah satu satunya ibuku tentunya aku tidak akan mengaku orang lain sebagai ibuku kecuali engkau”. Tambah senang ibunya, padahal sudah jelas jelas ini Ibunya bukan orang lain tapi ketika kalimat itu terucap, itu memancing kesenangan yang keluar dari cinta dan penghormatan. Demikian pula dan lebih dan lebih seseorang berkata “Lailahailallah” Tiada Tuhan Selain Allah. Itu didengar oleh Yang Maha Mendengar. Oleh sebab itu Allah Swt mengharamkannya dari api neraka.

Ketika Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasul saw ”Ya Rasulullah, siapa orang yang paling cepat dan yang paling bahagia beruntung mendapat syafa’atmu di hari kiamat”, Rasul saw menjawab “Orang yang paling cepat dengan syafa’atku dan paling bahagia dengan syafa’atku adalah mereka yang mengucap Lailahailallah”. Ikhlas dari dalam hatinya, karena kalimat itu membuka keridhoan Illahi. Kalimat itu jika sering sering diucapkan akan mengangkat jiwa kita pada puncak kemuliaan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Kita bermunajat kepada Allah Swt, Semoga Allah Swt memuliakan diri kita, memuliakan jiwa kita, memuliakan sanubari kita dengan kesucian Nama Nya. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am muliakan jiwa kami dan ruh kami dengan indahnya sujud, dengan indahnya munajat, dengan indahnya doa, Ya Rahman Ya Rahim muliakan jiwa kami dengan indahnya akhlaq, terangi kami dengan cahaya akhlaq Nabiyyuna Muhammad Saw, munculkan generasi generasi yang mewarisi akhlaq Rasulullah Saw, Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am tidak lupa kita berdoa untuk kemaslahatan muslimin muslimat khususnya di bumi Jakarta dan sekitarnya dan juga di wilayah Irian Barat, Semoga Allah Swt melimpahkan pertolongan dan hidayah kepada muslimin muslimat disana dan juga kepada santri santri yang datang baru untuk taklim di Jakarta ini semoga Allah memberikan kepada mereka cahaya hidayah dan inayah menuntun mereka sebagai pembawa panji panji dakwah Rasulullah Saw.

Ya Rahman Ya Rahim tenangkan jiwa mereka, muliakan hari hari mereka danlimpahkan atas mereka sakinah juga atas Guru mereka KH. Ahmad Baihaqi semoga dilimpahi keberkahan bersama tamu tamu kita yang datang dari Makassar semoga dilimpahi keberkahan untuk semua yang berjuang menegakkan dakwah Nabiyyuna Muhammad Saw, Rabbiy pandanglah jiwa kami, Wahai Yang Maha Bercahaya, Wahai Yang Maha Menerangi Jiwa, Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan, Wahai Yang Maha Menerbitkan kemakmuran,

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Hadirin yang saya sampaikan terakhir, tentunya malam sabtu yang akan datang saya mohon doa karena kita akan berangkat ke Denpasar, Bali untuk mengadakan Tabligh. Sebagaimana biasa Tabligh per 3 bulan dari wilayah klungkung, karangasem dan lainnya akan bersatu di Denpasar, Bali. Oleh sebab itu mohon doa semoga acara sukses karena acara banyak juga dihadiri oleh para pimpinan dan tokoh tokoh dari agama hindu. Mereka hadir dan kita berdoa semoga Allah melimpahkan hidayah untuk mereka dan banyak muslimin muslimat di wilayah Bali yang dikenal juga wilayah yang paling banyak permasalahannya antara muslimin dan non muslim. Semoga menjadi kedamaian dan menjadi sebab terbukanya gerbang hidayah bagi kita bagi muslimin muslimat disana. Demikian dan hari sabtu saya sudah kembali Insya Allah. Malam minggu kita kembali mengadakan Tabligh Akbar sekaligus ziarah, cuma saya mohon kepada para pemuda jangan melintasi lampu merah, dan ini sudah disampaikan pada bulan yang lalu, jangan sampai kita menutup jalan untuk masyarakat. Pertama tama memang hanya 10, 20 namun sekarang sudah ratusan yang konvoi. Jangan sampai melanggar rambu rambu lalu lintas, karena kita ingin masyarakat suka pada kita. Bukannya ingin menunjukkan bahwa kita mempunyai kekuatan, sungguh bukan itu akhlaq tapi kita ingin masyarakat yang melihat senang melihat para pemuda yang tertib. Demikian hadirin, jagan menyingkirkan orang orang yang dijalanan disuruh minggir untuk kita lewat, jangan begitu.., Biarkan orang orang lewat, ambil satu jalan saja jangan ambil dua jalan tapi satu jalan saja dengan tertib itu adalah dakwah. Dan hal itu menggembirakan hati Rasulullah Saw. kalau kita tertib, orang orang akan senang, ini anak anak muda betul betul mengikuti akhlaqnya Rasul saw.
Ini yang kita harapkan, nanti mereka senang dan mereka ikut hadir juga, mereka mendapat hidayah juga. Kalau tidak tertib sebaliknya nanti orang orang akan melihat (dan berkata) akhlaq akhlaq yang begini akan merusak, makin banyak yg begini makin rusak negara kita. Seperti itu nanti (ucapan mereka), oleh sebab itu jaga ketertiban. Tujuan konvoi adalah memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pemuda muslimin muslimat berakhlaq mulia, berakhlaq Nabiyyuna Muhammad Saw. Dan bahwa kita di malam minggu tidak kumpul trek trekkan, tidak memenuhi diskotik dan kafe, namun kita berziarah, kita berdzikir dan bershalawat. Semoga Allah jadikan malam itu malam yang bercahaya dengan cahaya ibadah. Demikian hadirin hadirat.

Kita doakan juga para tamu kita, wakil Ketua MPR Bapak AM Fatwa semoga dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah Swt, semoga dimuliakan dan didukung perjuangannya dan juga kedua mempelai kita yang baru saja menikah semoga dilimpahi keberkahan, juga KH. Ahmad Baihaqi dan santri santri beliau semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah Swt dan para tamu kita.

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tiga Sifat Yang Akan Merasakan Lezat Dan Manisnya Iman

Posted by Teknik Jumper on November 5, 2008

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh,
Limpahan puji kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Maha Menguasai jiwa dan Maha Menguasai alam yang terlihat dan yang tidak terlihat, alam yang dirasakan dan alam yang tidak dirasakan. Maha Menguasai seluruh apa yang ada di alam semesta sebelum kita tercipta, setelah kita ada dan setelah kita tiada. Dia Allah tetap Maha Tunggal dan Maha Abadi dan Maha Ada, menguasai seluruh kehidupan, Maha Melimpahkan Rahmat dan Pengampunan yang tiada henti-hentinya ditumpahkan pada hamba-hamba-Nya, Jalla wa alla.Maha Suci Allah Swt, yang barangsiapa mengingatnya maka terang benderanglah jiwanya dengan cahaya Allah, yang dengan itu ia akan terbimbing selalu kepada keluhuran, kepada kemuliaan, kepada kesucian dan tercabut dari segala sifat-sifat yang hina, sifat-sifat yang tidak baik akan tersingkir dengan terang-benderang cahaya keindahan Allah di dalam jiwanya.

Semakin ia terangi jiwanya dengan iman dan dengan istighfar dan dengan kerinduan dan cinta kepada Allah, semakin jauh perbuatan buruk dari hari-harinya, semakin jauh musibah darinya, semakin jauh kesulitan darinya.

Hadirin – hadirat Sang Pembawa Rahmatan Lil Alamin membawakan kepada kita semulia-mulia anugerah, seindah-indah derajat berupa kedudukan yang abadi, semulia-mulia tingkatan yaitu kedekatan kepada Yang Maha Mencipta alam semesta. Dan jabatan ini jabatan yang kekal dan abadi, inilah jabatan yang paling mulia dari semua jabatan sepanjang alam semesta dicipta, jabatan para muqorrobin, para shiddiqin dan semua orang-orang yang dekat kepada Allah, jiwa yang bercahaya dengan cahaya Allah, jiwa yang terang-benderang dengan khusyu, jiwa yang merindukan Allah. Manusia hamba-hamba seperti inilah yang menjadi mercusuar dari rahmat illahi bagi alam sekitar.

Kalau bukan karena pria-pria mukminin dan wanita-wanita mukminat yang kalian tidak ketahui kemuliaan mereka di sisi Allah, seandainya mereka itu tiada, akan tumpah ruah musibah dan bala di atas permukaan bumi, keberadaan jiwa yang bercahaya dengan cahaya Allah, keberadaan muslimin – muslimat pria dan wanita yang khusyu, yang menjaga turunnya bala dan musibah di permukaan bumi. Demikian indahnya Allah memperindah keadaan alam dengan keberadaan mereka, matahari tiada akan mampu menahan musibah, tidak pula bulan, tidak pula seluruh bintang di langit, tapi keberadaan ahlul khusyu menahan musibah bagi alam sekitar. Demikian cahaya-cahaya Rabbul Alamin yang berpijar di dalam jiwa mereka.

Para pewaris Sayyidina Muhammad, mereka yang mewarisi kemuliaan dari matahari keridhoan Allah, Nabiyyuna Muhammad Saw. Ada matahari dunia, ada matahari keridhoan Allah, semuanya ciptaan Allah, semuanya tidak tercipta sendiri, semuanya ada dengan kehendak illahi. Demikian Allah menerangi sanubari mereka dan menggiringnya kepada keluhuran dan dengan keberadaan merekalah Allah membimbing ribuan dan banyak jiwa untuk kembali kepada rahmatNya dan kepada taubat.

Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
sampailah kita kepada seruan tertinggi dari Rabbul Alamin lewat NabiNya Muhammad Saw hingga beliau bersabda “barangsiapa yang mempunyai tiga sifat mulia ini, maka ia akan merasakan lezatnya iman”, apa itu lezatnya iman? tenangnya jiwa dalam segala keadaan, tenangnya alam semesta dengan ketenangan-Nya, tenangnya saudara dan temannya dengan keberadaan-Nya. Siapa mereka? yang mempunyai salah satu dari tiga sifat ini. Jiwanya akan merasakan lezatnya kebersamaan dengan Allah, ketika ia merasakan satu kelezatan yang membuatnya terlupa dari segala kelezatan dan kenikmatan, satu kelezatan dan keindahan dan kemanisan yang melebihi seluruh apa yang ada dari kemanisan dan keindahan itu, membuatnya lupa dari segala-galanya. Apa itu? Halawatul iman (kemanisan iman), bagaimana cara mencapainya?

Ada 3 kelompok orang diantaranya adalah yang pertama ialah orang yang mencintai Allah dan Rasul melebihi daripada segala-galanya, cintanya Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada yang lain, orang yang seperti ini akan merasakan lezatnya iman, akan merasakan lezatnya dekat dengan Allah, akan merasakan betapa tiada berartinya seluruh warna seluruh bentuk dan sifatnya dibanding Yang Maha Agung Yang Maha Indah, Allah Swt yang tidak tercapai dengan penglihatan, tidak pula terjangkau dengan pendengaran, tidak pula tersentuh dengan sentuhan, jauh tanpa jarak dan dekat tanpa jarak, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak yaitu Allah Swt.

Seindah-indah Dzat yang menciptakan seluruh keindahan dan memberikan butir-butir kelezatan di dalam jiwa hamba-hamba-Nya, yang mencintai Allah melebihi segala – galanya. Allah dan Rasul, tidak ada yang lain yang lebih mereka cintai daripada Allah dan Rasul-Nya.

Sebenarnya kalau kita memahami dan mendalami rahasia kelembutan Allah, sudah pasti kita tidak akan mencintai sesuatu lebih dari Allah dan Rasul, karena Allah dan Rasul lah yang paling baik kepada kita melebihi semua yang baik kepada kita. Allah Swt sudah memberi kita segala – gala anugerah dan kita masih terus bersabar dan Dia Allah masih terus memberi, diatas itu masih tawarkan pengampunan atas dosa dan kesalahan. Inilah yang terbaik dari semua yang baik.

“Wahai hamba-hambaKu, kau itu berbuat dosa siang dan malam dan Aku menghapus dosa. Wahai hamba-hambaKu beristighfarlah mohon pengampunan padaKu, Kuampuni dosa-dosa kalian”. Lebih dari itu Allah bukan menjanjikan pengampunan saja bagi mereka yang telah bertaubat kepadaNya, tapi Allah mengatakan, “orang-orang yang beriman dan beramal shalih itu setelah mereka bertaubat dari dosa-dosanya”, apa yang Allah berikan jika mereka mau bertaubat kepada Allah? Ini anugerah yang sangat luar biasa, jarang diketahui orang. Bukan dihapus dosanya, tapi dosanya dibalik menjadi pahala, kalau ia mempunyai 10 gunung dosa maka 10 gunung dosa itu dirubah oleh Allah menjadi 10 gunung pahala. Untuk siapa? Orang yang bertaubat kepada Allah, tidak cukup minta pengampunan saja tapi ia berjanji pada Allah untuk tidak ingin kembali melakukan dosa yang pernah ia perbuat. Orang yang seperti itu, Allah ganti semua tumpukkan dosanya menjadi tumpukkan pahala seakan-akan tumpukkan gunung bara api yang akan membakarnya diganti oleh Allah menjadi gunung-gunung emas yang akan menyertainya kelak.

Demikian Yang Maha Lembut dan Maha Baik kepada kita, berkata Allah “wahai hamba-hambaKu kalian semua ini tidak akan bisa membawa manfaat kepadaKu dan tidak akan pernah pula bisa membawa mudharat kepadaKu”. Wahai hamba-hamba Ku, jika berkumpul jin dan manusia diantara kalian seluruhnya yang pertama hingga yang terakhir, semuanya mempunyai hati yang baik dan taqwa, tidak bertambah kerajaanKu sedikit pun. Wahai hamba-hambaKu, jika berkumpul kalian seluruh jin dan manusia diantara kalian seluruhnya yang pertama hingga yang terakhir, semuanya berada di dalam hati yang jahat dan perbuatan yang buruk, tidak berkurang kerajaan-Ku sedikit pun.

Demikian MahaRaja alam semesta Allah Swt yang dengan itu Ia menawarkan pengampunanNya atas setiap kesalahan, ditawarkan pengampunan sebelum hambaNya meminta, sebelum hambaNya tahu bahwa dirinya mempunyai kesalahan dan butuh minta maaf, Dia sudah kenalkan maafNya sebelum kita minta maaf.

Dan Dia Allah Swt tidak cukup kita taat dan kita diberi apa-apa di dunia saja disiapkan pula kebahagiaan di yaumal qiyamah. Inilah Yang Maha Baik dan tidak akan pernah ada yang bisa memberi kita surga selain Allah. Dan Allah Swt menjadikan kebaikan pada diri makhluk-Nya satu sama lain, hewan punya kebaikan, ibunya hewan punya kebaikan pada anaknya, ayahnya hewan demikian pula manusia satu sama lain saling berkasih satu sama sama lain. Tapi Allah ciptakan yang paling baik dari semua makhluk-Nya adalah Sayyidina Muhammad Saw, karena tidak ada orang yang paling baik yang mau menolong pendosa di hari kiamat.

Semua orang baik undur diri dari dosa, mau jadi teman, mau jadi kawan, mau jadi saudara, mau kenal asal jangan bicara dosa di dunia. Kita bisa kenal dan dekat dengan orang yang banyak dosa tapi di akhirat setelah melihat kobaran api neraka. Jika turun hamba-hamba yang dimasukkan ke dalam api neraka itu terdengar jeritan dan lolongan mereka dan api itu bergemuruh. Disaat itu hadirin – hadirat semuanya mundur untuk kenal dengan pendosa, “kau kenal dengan temanmu ini?”, “tidak kenal”, “ini Ayahmu?”, “tidak tahu”, ini Ibumu?”, “tidak tahu”, selama ia pendosa kecuali Nabi kita Muhammad Saw berkata “engkau-engkau adalah orang dari umatku, engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku”. Demikian riwayat Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari, Rasul Saw mengenali seluruh umatnya dan berkata pada umatnya, “engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku Saw”. Maka memang yang pantas dicintai adalah Allah dan Rasul, maka Rasul Saw bersabda “orang yang mempunyai kecintaan, cintanya pada Allah dan Rasul lebih dari segala-galanya,kalau ia sudah memiliki ini, ia akan merasakan kelezatan iman”.

Yang kedua ia mencintai orang karena cintanya pada Allah, bukan karena hartanya, bukan karena syahwatnya, bukan karena keahliannya, bukan karena jabatannya, bukan karena tetangganya, tapi karena Allah. Berat sekali kalau kita fikir ini, cinta pada semua orang tidak ada tapi karena cintanya pada Allah baru bisa cinta pada semua orang. Kalau tidak ia tidak cinta, bagaimana ini penjelasannya? Penjelasannya adalah ketika orang yang ia cintai berbuat dosa, ia tidak senang dengan perbuatan itu, bukan dimusuhi tapi tidak senang dengan perbuatan itu.

Jika seseorang tidak cinta karena Allah, maka saudaranya atau temannya atau kekasihnya atau orang yang ia cintai berbuat dosa, ya biarkan saja. Kalau orang lain yang berbuat dosa, ia protes dan kalau orang yang ia cintai, biar..biar. Nah, hal seperti ini, ia mencintainya tidak karena Allah, kalau karena Allah, ia tidak suka. Aku ingin memperbaiki orang yang aku cintai, harus kuperbaiki semampuku supaya ia tidak bertentangan dengan Allah, karena aku memilih Allah dari dia. Sekuat apapun cintaku kepadanya, aku lebih memilih Allah daripada dia. Orang yang mempunyai sifat seperti ini, ia akan merasakan lezatnya iman, lezat dan asyiknya dalam berdzikir, bermunajat memanggil nama Allah Swt.

Yang ketiga ia tidak mau kembali kepada kesesatan sebagaimana ia sangat tidak mau masuk kedalam api neraka, jadi takutnya daripada kembali kepada kesesatan bagaikan takutnya ia masuk kedalam neraka. Beda punya perasaan takut ini, takut dihina ada batasnya, takut dipukul ada batasnya, takut dicurigai ada batasnya, takut disiksa ada batasnya tapi tidak sampai takutnya dari masuk kedalam api. Dari semua ketakutan dan kerisauannya, tentu yang paling besar adalah dimasukkan kedalam api karena sakit dan pedihnya.

Demikian besarnya ketakutan dan kerisauannya untuk kembali kepada kesesatan, ia tidak mau kembali kepada kesesatan dalam keadaan apapun sebagaimana ia tidak mau masuk kedalam api. Orang yang mempunyai sifat ini maka ia akan merasakan lezatnya iman. Kita sekarang merenung, bagaimana dengan diriku? Rasanya dari 3 sifat ini aku sangat jauh daripadanya. Hadirin – hadirat, ada beberapa hal yang sangat memudahkan kita untuk menyampaikan kita kepada lezatnya iman. Diantaranya adalah niat yang kuat untuk mendapatkan sifat itu, mau walau belum mampu. Niat yang kuat sudah mendapatkan satu pahalaNya, walaupun belum mampu kesana, niat yang kuat membuat ia sampai kepada pahalaNya, ia akan merasakan lezatnya iman dan manisnya iman.

Belum sampai bisa mencintai Allah dan Rasul melebihi segala-galanya, bisa mencintai manusia hanya karena Allah, bisa menghindari kesesatan lebih daripada takutnya masuk kedalam api, belum mampu tapi kuatnya niat, karena didalam riwayat Shahih Bukhari Rasul Saw bersabda, “barangsiapa yang berniat berbuat baik, Allah tuliskan satu pahalaNya, ia sudah melakukan satu pahala jika ia sudah memperbuatnya kalikan 10 kali hingga 700 kali lipat”. Keinginan besar untuk mencapai itu, walau ia belum mampu sudah memasukkannya dalam kelompok mereka, sudah lalu bagi mereka kelezatan iman. Hadirin – hadirat ini salah satunya.

Cara yang lainnya adalah mencintai orang-orang yang sudah sampai ke derajat itu, karena apa? Karena kecintaan itu dijanjikan oleh sang Nabi Saw “seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. Makin besar cintanya kepada orang yang sudah mencapai derajat itu, maka makin ia akan rasakan lezatnya iman dari rahasia cintanya kepada orang itu, seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana ucapan Abu Dzar Ra riwayat Shahih Bukhari, “ya Rasulullah, seseorang kelompok mencintai orang lainnya tapi tidak bisa menyusul dengan hebatnya ibadah mereka, tidak mampu seperti mereka, cuma cinta kepada mereka”, Rasul Saw menjawab,“seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”.

Alangkah indahnya hadirin – hadirat, masukki samudera kelezatan iman, masukki samudera asyiknya didalam kehidupan karena kenikmatan ini akan kita rasakan melebihi dari seluruh kenikmatan yang ada. Paling tidak kita kalau tidak bisa didawamkan sepanjang usia, Rabbiy beri kami kesempatan satu dua menit kami merasakan lezatnya iman. Dalam kehidupan kami ini paling tidak satu dua sujud kami merasakan, kami sangat dekat dengan kasih sayang dan kelembutanMu.

Demikian hadirin – hadirat indahnya doa dan munajat, seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Beruntung orang yang mencintai Sayyidina Muhammad Saw. Manusia yang paling indah budi pekertinya, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, bagaimana Rasul Saw selalu mencari cara yang paling indah dalam bermuammalah. Ketika bertamu kepada beliau Saw beberapa orang yahudi, yahudi datang kepada Rasul, kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah “Assamu’alaikum”, kecelakaan untukmu wahai Muhammad. Beda Assalam dengan Assam, kalau tidak pakai (lam), Assam itu artinya kehinaan dan kecelakaan. Orang-orang yahudi bertamu kepada Rasul Saw, kalimatnya bukan Assalamu’alaikum tapi Assamu’alaik, kecelakaan dan kehinaan semoga terlimpah untukmu hai Muhammad.

Rasul menjawab “Wa’alaikum”, Sayyidatina Aisyah Ra, istri Rasul Saw, Ummul Mukminin mendengar dari belakang, ini orang mendoakan kehinaan dan kecelakaan bagi Nabi, tamu datang, bukan Rasul yang datang tapi datang pada Rasul dengan ucapan seperti itu, dijawab oleh Sayyidatuna Aisyah Ra “Assamu’alaikum wa’alaikumul laknat”, kehinaan dan kecelakaan untuk kalian dan laknat untuk kalian. Rasul Saw menjawab, “ya Aisyah Allah itu lebih senang kasih sayang dalam segala hal”. Aisyah Ra berkata, “ya Rasulullah kau tidak dengar ucapan mereka?”, Rasul menjawab, “aku sudah jawab wa’alaik, juga untuk kalian, kalian mendoakan kebaikan balik kepada kalian, kalian mendoakan kejahatan balik kepada kalian sendiri”. Demikian kalimat ini, Allah menyukai kasih sayang dalam segala hal.

Disinilah hadirin – hadirat, kita lihat tuntunan Nabi kita Muhammad Saw selalu di dalam kelembutan dan kasih sayang dalam segala hal bahkan dalam peperangan. Di dalam jihad fisabilillah kelembutan dijalankan oleh sang Nabi Saw, belum pernah ada peperangan selembut cara peperangan muslimin, tidak boleh memukul wajah, tidak boleh menyerang orang yang tidak bersenjata, tidak boleh memukul wanita dan anak-anak. Demikian banyaknya peraturan-peraturan di dalam islam ini disaat berperang.

Perang itu ternyata bukanlah luapan emosi, tetapi juga menahan diri dari kemarahan dan juga berkasih sayang, sehingga Rasul Saw melarang memukul wajah, kalau senjata musuh sudah jatuh tidak boleh diserang lagi, kalau musuh mengucap syahadat tidak boleh diteruskan sampai ketika Sayyidina Ali bin Abi Tholib Kw telah mengangkat pedangnya ketika musuhnya telah berhasil dirobohkan dan ia diludahi wajahnya.

Maksudnya adalah didalam hatinya sebelum aku mati dibunuh Ali bin Abi Tholib Kw, biar aku ludahi dulu wajahnya, lalu Sayyidina Ali Kw mundur dan meninggalkan orang itu. Sahabat berkata “wahai Ali sudah tinggal satu pukulan lagi”, Sayyidina Ali Kw berkata, “aku risau nanti ada tercampur emosi di dalam perbuatanku”. Ini hadirin bukan kita, tapi kalau kita barangkali bisa ada emosi tapi kalau orang semacam Sayyidina Ali bin Abi Tholib Kw, tarbiyah Nabi Saw dan beliau adalah babul ‘ilm, masih risau ada sebutir emosi merusak pahala jihadnya, sehingga meninggalkan orang yang meludahi wajahnya dan beliau mundur takut tercampur sedikit niat yang kurang baik yaitu emosi disaat ia melawan musuhnya.

Ini hadirin – hadirat jelas-jelas sudah sabda Nabiyyuna Muhammad Saw, Allah menyukai kasih sayang dalam segala hal maka dengan itulah dakwah sang Nabi Saw berhasil dan maju sampai ke Barat dan Timur. Jika engkau itu bengis dan kasar maka orang akan pergi meninggalkanmu wahai Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul Saw bercerita diriwayatkan oleh Abdullah Ra, “aku mendengar Nabi Saw bercerita bahwa ada Nabi dari diantara para Nabi, ketika ia di dalam peperangan ia diserang sampai luka wajahnya”. Rasul Saw menceritakan ada diantara para Nabi, ketika sedang diserang oleh musuh-musuhnya terluka wajah Nabi tersebut, ia mengusap darah dari wajahnya dan berkata “wahai Allah ampuni kaumku, sungguh mereka tidak tahu”.

Al Imam Qurthubi di dalam tafsirnya dinukil oleh Al Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa Nabi diantara para Nabi-Nya yang diceritakan oleh Nabi Muhammad Saw itu adalah Nabi Muhammad Saw sendiri, karena apa? karena belum pernah terlukis dan teriwayatkan ada Nabi yang berbuat seperti itu terkecuali Nabi Muhammad Saw, cuma beliau tidak mau menyebutkan dirinya, disebutkan ada diantara para Nabi, padahal beliau Saw sendiri.

Imam Ibn Hajar menukil ucapan Imam Qurthubi bahwa kejadian itu adalah disaat perang uhud, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa saat itu Rasul Saw terkena panah besi sampai menembus rahangnya dan darah mengalir, Nabi Saw menadahi darah itu jangan sampai menetes ke bumi. Para sahabat berkata, “ya Rasulullah, kita obati dulu ini yang diwajahmu, jangan fikirkan darah yang menetes”.

Diriwayatkan oleh Imam Ibn Hajar mensyarah hadits ini, Rasul Saw berkata, “ kalau ada setetes darahku yang jatuh ke bumi, Allah akan melimpahkan bala pada mereka”. Orang yang memerangi Sang Nabi Saw, kalau sampai darah beliau Saw tumpah dari wajah ini dan menetes ke bumi, Allah turunkan bala. Nabi Saw lebih memikirkan jangan bala turun pada kaumnya dengan menjaga darah yang menetes, jangan sampai ke bumi. Lupa dengan darah dan luka yang melebar di wajahnya. Terfikir ini musuhnya nanti kena musibah oleh Allah, dijaga jangan sampai ada tetes darah yang turun, jangan sampai menyentuh bumi, jangan celaka mereka dan didoakan, “wahai Allah ampuni kaumku, sungguh mereka itu tidak tahu”. Tentu wahai Rasul, kalau mereka tahu, mereka akan menciumi kakimu dan tidak akan memerangimu.

Demikian hadirin – hadirat indahnya budi pekerti Nabi Muhammad Saw dan perjuangan dan niat beliau. Untuk membenahi permukaan Barat dan Timur ini, tidak wafat dengan wafatnya beliau tapi terwariskan dari zaman ke zaman. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul Saw, “orang muslim itu saudara muslim lainnya, jangan sampai ia menyerahkan saudaranya kepada musuh atau berkhianat kepada saudara muslimnya, jangan pula mendholiminya”. Barangsiapa yang ia perduli kepada kebutuhan saudaranya, Allah perduli kepada kebutuhannya kata Rasul Saw. Demikian indahnya hadirin – hadirat iman kita dan tuntutan Sang Nabi, selama kita memikirkan kebutuhan orang lain, Allah akan membantu kebutuhan kita.

Disini hadirin kita terpanggil untuk membela orang-orang yang membutuhkan dari saudara kita dan tentunya yang paling berhak dibela adalah Sayyidina Muhammad Saw. Bela dakwah beliau, benahi umat ini, bisa dengan telepon, bisa dengan sms, bisa dengan ucapan, bisa dengan harta, bisa dengan apapun agar kita mengajak teman-teman, saudara-saudara kita kembali kepada taubat, kembali kepada hidayah, meninggalkan kemungkaran. Selama engkau memikirkan ini, Allah akan mementingkan hajat dan kebutuhanmu. Inilah janji Allah dan Rasul, maka barangsiapa yang perduli kepada kebutuhan dan kesulitan temannya, Allah akan perduli kepada kesulitannya dunia sampai di akhirat.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, seseorang ketika sudah habis pahalanya, ia sudah diberdirikan di atas jurang neraka, maka Allah Swt berkata kepada para malaikat, “bebaskan ia”, malaikat bertanya, “kenapa wahai Allah?, sudah tidak punya amal, dosanya banyak”, Allah menjawab, “ia dahulu ketika di muka dunia sering menolong masalah orang lain, Aku malu untuk menjatuhkannya ke dalam kehinaan karena ia selalu menolong orang lain, Aku lebih berhak menolong orang lain dan Aku menolongnya”. Ia tidak punya pahala lagi, habis oleh dosa-dosanya akan tetapi jiwa kasih sayang seperti ini, maka barangsiapa yang perduli tentang keperluan saudaranya maka Allah akan memperdulikan kebutuhannya di dunia dan di akhirat. Rasul Saw bersabda, “tolong teman-temanmu yang dholim dan teman-temanmu yang didholimi”.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari para sahabat bertanya, “ya Rasulullah kami tau kalau menolong orang yang didholomi, kalau menolong orang yang dholim apa maksudnya ya Rasulullah?, ia sudah dholim lalu kami tolong dia”. Rasul Saw menjawab, “selamatkan orang-orang yang dholim agar jangan lagi berbuat dholim, tuntun mereka pada kemuliaan, tuntun mereka kepada kesucian hidup, tuntun mereka kepada kelembutan Allah Swt, selamatkan mereka orang-orang yang dholim dan orang-orang yang didholimi”. Demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat semakin kita dalami hari-hari mulia bersama tuntunan Sang Nabi, semakin indah hidup kita. Kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah menerangi jiwa kita dengan kelezatan iman, dengan manisnya iman, Ya Rahman Ya Rahiim tangan – tangan penuh dosa ini terangkat kehadirat-Mu meminta dan mengemis kepada-Mu Yang Maha Luhur, Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim jadikan kami orang – orang yang mencintai-Mu dan mencintai Nabi-Mu melebihi dari segala-galanya.

Rabbiy paling tidak satu kejab dua kejab Kau rasakan pada kami kelezatan iman, Kau rasakan pada kami lezatnya menyebut Nama-Mu, Kau rasakan pada kami lezatnya kebersamaan denganMu hingga kami terlupakan dari seluruh kenikmatan dan seluruh masalah ketika kami menyebut Nama-Mu, ketika bibir ini bergetar memanggil Nama-Mu.

Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim inilah dosa – dosa dan Kaulah Yang Maha Mengampuni, tiada yang mengampuni terkecuali Engkau dan Engkau telah berlemah lembut kepada kami, menghadirkan kami di majelis dan perkumpulan mulia ini dan siap melimpahi rahmat dan inayah kepada kami setelah kami selesai dari majelis ini ya Rabb, Wahai Nama Yang Maha Dermawan, Wahai Nama Yang Maha Pemurah, Wahai Nama Yang Maha Baik, Wahai Nama Yang Maha Menyejukkan Semua Jiwa, tenangkan jiwa kami dalam kehidupan yang sementara ini dan tenangkan hari – hari kami dan tenangkan juga malam kami sampai kami wafat, jadikan selalu ketenangan dan kesejukkan iman bersama kami.

Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram Ya Dzatauhid Wal In’am,
Fakullu jami’an Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahiim, tidak Kau biarkan Rabbiy setiap kali kami menyebut Nama-Mu terkecuali Kau semakin dekatkan kami kehadirat-Mu, kecuali Kau makin jatuhkan dosa – dosa kami, kecuali Kau perbanyak Kedermawanan Rahmat dan Anugerah.

Fakullu Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman..Ya Rahiim..dosa – dosa kami, Ya Rahman..Ya Rahiim.. kami mengaku bersalah, Ya Rahman..Ya Rahiim.. kesalahan kami, Ya Rahman..Ya Rahiim.. api neraka, Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah.. Ya Allah..Ya Allah..

Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikram Ya Dzatauhid Wal In’am,
Fakullu jami’an Laaillahaillallah Laaillahaillallah Laaillahaillallah Laaillahaillallah Muhammadurrasulullah. Insya Allah ta’ala minal aminin. Allah Swt berfirman, “orang – orang yang beriman akan tenang jiwa mereka dengan menyebut Nama Allah”. Dengan menyebut Nama Allah akan tenanglah jiwa.

Hadirin – hadirat esok malam Insya Allah kita berkumpul lagi di masjid ini , di dalam isra wal mi’raj Nabiyyuna Muhammad Saw dan akan membaca Allah sebanyak 1000X dan Insya Allah persiapkan malam ini hingga esok perbanyak dzikir dan doa hingga esok malam jiwa kita benar – benar terang benderang dengan cahaya keberkahan di dalam dzikrullah. Wassalallahu wassallam wabarik ‘ala Nabina Muhammadin wa’ala alihi washohbihi wassallam. Walhamdulillahirabbil’alamin.wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Posted in Ahlussunnah, Ajaran Wahabi, Bid'ah, Hadits Dho'if, Hukum Islam, Hukum Mazhab, Majelis Dzikir, Majelis Rasulullah, Masjid Nabawi, Maulid Nabi, Nabi Muhammad, Para Habaib, Sejarah Islam, Shalawat Nabi, Sunnah, Tahlilan, Tasawuf, Tawasul, Wali Allah, Ziarah Kubur | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.